Finance

Project Financing Jadi Alternatif Untuk Pembuatan Game

Sumber: 123RF

PT Likuid Jaya Inovasi melalui merek pembiayaan proyek Likuid Projects mengumumkan pembiayaannya untuk proyek game developer milik Touchten Games. Proyek ini dalam rangka menghadirkan permainan ponsel baru berjudul Capsa Susun.

Proyek pembiayaan ini menjadi proyek pertama Likuid Projects kepada pengembang games lokal. Menurut Kenneth Tali, CEO dan Founder Likuid Projects pengembang game di Indonesia masih mengandalkan modal dari bootstrapping atau institusi saja.

“Lewat proyek ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut berkolaborasi membiayai pengembangan game lokal,” kata Kenneth.

Pasar game klasik memiliki potensi daya tarik bagi kolaborator. Kenneth mengungkapkan bahwa tren game klasik sedang menanjak, dilihat dari masyarakat yang marak memainkan permainan sejenis Ludo, Monopoli, Puzzle berbasis mobile game. Permainan jenis ini dinilai memiliki nilai nostalgia yang masih menjadi favorit pemain game ringan di Indonesia.

“Indonesia merupakan negara dengan 100 juta gamers. Potensi untuk mengembangkan game tradisional yang dikombinasikan dengan teknologi menjadi pasar yang menarik,” jelas Kenneth.

Memanfaatkan nilai nostalgia yang diangkat, pengembangan permainan Capsa Susun diklaim sebagai cara yang efektif oleh Touchten Games untuk merangkul lebih banyak kolaborator. Permainan kartu klasik ini diklaim dekat dengan target pasar Touchten yang tersebar di Indonesia, Vietnam, Malaysia dan Singapura.

CEO Touchten Rokimas Soeharyo mengklaim bahwa dengan nilai yang diangkat ini, tidak hanya kolaborator, tapi game ini memiliki potensi yang tinggi untuk dimainkan semua oleh semua kalangan di kawasan Asia Tenggara.

Likuid Projects berencana membuka kuota pembiayaan senilai Rp 780 juta untuk dua bulan di platform pembiayaannya. Sementara dari sumber pendapatan, kolaborator akan mendapatkan 30% dari pendapatan in-app Touchten dan pemasangan iklan.

“Kolaborator berhak mendapatkan revenue hingga satu tahun ke depan setelah pembiayaan ditutup dengan periode pembagian revenue setiap tga bulan sekali,” jelas Kenneth.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top