Lifestyle & Entertainment

Bangun Engagement, Quipper Terus Jalin Relasi Dengan Publik Figur

Perkembangan industri Edtech (Education Technology) di Indonesia beberapa tahun belakangan ini menunjukan tren positif. Berdasarkan riset Forbes, industri ini diprediksi akan tumbuh hingga US$ 325 miliar pada tahun 2025 secara global. Sedangkan, posisi Indonesia berada pada jumlah pertumbuhan tercepat dengan angka mencapai 25% setiap tahunnya, melebihi negara-negara lain di Asia, bahkan seluruh dunia.

Industri pendidikan masih amat menjanjikan. Pasalnya pendidikan merupakan salah satu dari 17 tujuan yang dituangkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang disepakati oleh para pemimpin dunia, tak terkecuali Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berambisi menghadirkan pemain dalam industri Edtech menjadi unicorn.

Quipper sebagai salah satu pemain dalam industri Edtech meyakini bahwa ke depannya Edtech akan semakin menjanjikan. Karenanya, tahun ini Quipper sedang fokus membangung kedekatan dengan target konsumen, salah satunya melalui beragam sosok publik figur. Beberapa publik figur yang telah bergabung dengan Quipper adalah Tasya Kamila dan Vidi Aldiano. Keduanya dan beberapa figur lain dipercaya mampu menjadi kunci bagi Quipper dalam memperluas layananya.

Menurut Pipit Indrawati selaku Head of Content Quipper Indonesia kehadiran publik figur memberikan dampak yang positif. Meski tidak memberikan angka pasti terkait dengan peningkatan pengguna setelah penggunaan sosok publik figur. Pipit menilai bahwa efektivitas bisa dilihat dari berapa lama pengguna menyaksikan konten yang disajikan oleh para publik figur tersebut.

“Kami lakukan review, misalkan apakah penggunya menonton konten hingga selesai. Semisal mereka tidak menonton sampai selesai kami harus memastikan kenapa mereka tidak selesai menontonnya. Apakah materinya tidak menarik atau konsep penyajianya,” terang Pipit.

Setidaknya setiap bulannya ada 10 konten baru yang dikeluarkan oleh Quipper. Para publik figur yang bergabung dengan Quipper menjelaskan beberapa mata pelajaran sesuai dengan spesialisasinya. Semisal Tasya dengan mata pelajara Geografi, dan Vidi Aldiano dengan mata pelajaran Biologi.

Saat ini, Quipper mengklaim sudah memiliki lima juta pengguna yang tersebar dari murid hingga guru. Pengguna terbanyak berasal dari kalangan kelas 12, kelas 10, dan kelas 11. Terkait mata pelajaran, menurut Pipit setiap minggunya selalu terjadi pergantian mata pelajaran apa saja yang paling banyak dikonsumsi oleh pengguna.

“Agak acak setiap minggunya. Semuanya tergantung dari kebutuhan dari siswa itu sendiri. Semisal dalam minggu itu mereka sedang membahas materi apa atau mereka ada ulangan apa,” tambah Pipit.

Bagi Quipper saat ini mereka fokus membuat konten pendidikan yang berkualitas, mengajak pelajar untuk berpikir kritis, menganalisa dan mampu menemukan relevansi penerapan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan sehari-hari melalui video pembelajaran yang dibawakan. Saat ini,  Quipper juga menyiapkan fitur Quipper Video Masterclass untuk membantu siswa untuk memperdalam pembelajarannya secara personal melalui tutor dan kakak pembimbing yang siap dapat berkomunikasi langsung via chat di aplikasi.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X

Most Popular

ALIVE Indonesia







To Top