Transportation & Logistic

Rahasia J&T Express Jamin Kecepatan Pengiriman Paket

Gateway J&T Express

Di era seperti sekarang ini, perusahaan logistik mendapat banyak tuntutan. Bukan sekadar harus mampu mengirim barang ke banyak lokasi saja, kecepatan dan keamanan barang juga menjadi perhatian konsumen hari ini. Pasalnya, perusahaan logistik hari ini bukan sekadar mengirim barang tetapi juga produk.

Dengan berlimpahnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), perusahaan logistik mendapatkan pengiriman produk-produk para UKM tersebut yang harus dijaga keutuhannya. Lebih dari sekadar barang, produk ini memiliki citra merek yang dipertaruhkan ke konsumen.

Menjawab hal tersebut, J&T Express sebagai salah satu pemain industri logistik memiliki ramuan untuk menciptakan kecepatan dan keamanan dalam pengiriman paket. Berkesempatan berkunjung ke pusat sortir terbesar yang dimiliki J&T Express yang berlokasi di Rawa Bokor, Tangerang, Marketeers menemukan tiga teknologi keunggulan mereka. Apa saja?

“Kami di pusat sortir ini memiliki tiga teknologi yang jarang dimiliki oleh pelaku industri lainnya sekaligus. Di sini, kami menggabungkan teknologi mesin sortir otomatis, mesin X-Ray, dan Monitoring Center,” Yohanes Lim, Cargo and Operation Manager J&T Express di Tangerang, Selasa (12/2/2019).

Dengan mesin sortir otomatis, J&T Express mampu menyortir 30.000 paket dalam satu jam dengan 180 destinasi tujuan. Menggunakan sistem komputerisasi, bukan hanya menjadi lebih cepat dan mudah, kesalahan pun bisa diminimalisir. “Ketika menggunakan kekuatan manusia secara manual, error margin di sini bisa mencapai 1%. Dengan mesin otomatis ini, kami pastikan 99,9% akurasi bisa dicapai,” ujar Yohanes.

Tentu, teknologi ini sangat berguna ketika perusahaan jasa pengiriman menghadapi lonjakan order. Seperti saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). J&T kebagian 4,5 juta pengiriman barang dalam satu hari. Padahal, pengiriman di hari normal hanya sekitar 700 ribu paket.

“Selain itu, kami juga bisa memangkas waktu sortir dengan memiliki mesin X-Ray pribadi yang berada di bawah regulasi Kementerian Perhubungan dan pihak bandara,” jelas Yohanes.

Yohanes menjelaskan, umumnya perusahaan logistik akan melewati seleksi benda berbahaya melalui X-Ray yang ada di Bandara dan harus bergantian dengan perusahaan logistik lainnya. Dengan memiliki mesin X-Ray sendiri, J&T Express bisa memangkas proses pengiriman hingga tiga jam.

Sementara itu, monitoring center berfungsi untuk mendukung proses keamanan proses pengiriman. Terhubung dengan 2.000 cabang mereka di seluruh Indonesia, monitoring center ini mampu memantau proses internal dan distribusi paket di beberapa titik drop point mereka di seluruh Indonesia.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top