Consumer Goods

Raih Pendanaan Awal, Greenly Segera Buka Jaringan di Luar Surabaya

Meningkatnya penduduk ekonomi kelas menengah yang sadar akan gaya hidup sehat dilihat sebagai peluang besar oleh para perusahaan rintisan untuk menggarapnya.  Namun, tidak semua kota memiliki tempat atau penyedia makanan sehat. Kalau pun ada bisa jadi harganya terbilang mahal. Inilah yang kemudian mendorong kelahiran Greenly di Kota Surabaya.

Belum lama ini, Greenly, startup jaringan ritel makanan dan minuman sehat, mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) dari East Ventures bersama beberapa angel investors lain. Dana segar ini rencananya akan digunakan perusahaan untuk inovasi produk, pengembangan teknologi, serta memperluas jaringannya di Surabaya hingga ekspansi ke kota-kota lainnya.

Greenly yang berbasis di Surabaya dibidani oleh Edrick Joe Soetanto dan Liana Gonta Widjaja. Berawal dari pengalaman keduanya yang kesusahan untuk menjalankan pola makan sehat di Kota Pahlawan. Mereka mengamati ada kelangkaan dalam ketersediaan makanan dan minuman sehat yang cepat saji, mudah didapat, memiliki banyak varian produk, namun dengan harga yang tetap terjangkau.

“Kami ingin mengisi kesenjangan antara makanan sehat namun mahal yang ditawarkan oleh pemain saat ini, dan makanan siap saji dengan harga terjangkau yang disediakan oleh jaringan fast-food. Greenly hadir sebagai fast-casual ritel yang menyediakan beragam salad, grain bowl, cold-pressed juice, smoothie, nut milk dan produk sehat lainnya yang terbuat dari bahan alami dan segar,” ungkap Liana Gonta Widjaja, Co-Founder Greenly dalam rilisnya.

Itulah sebabnya pada tahun 2019, Greenly membuka outlet pertama mereka di Surabaya dengan misi mendemokratisasi diet sehat di Indonesia. Liana adalah seorang ahli nutrisi dari UC Berkeley yang berpengalaman di industri kesehatan dan F&B. Ia juga merupakan sosok di balik ratusan resep Greenly.  Adapun, Edrick yang adalah seorang serial entrepreneur, serta mantan Konsultan di PwC, berperan sebagai nahkoda dalam hal pengembangan dan eksekusi strategi bisnis Greenly.

“Kami ingin menghadirkan pola makan sehat dengan harga terjangkau, convenient, dan mudah didapatkan. Misi kami adalah membawa pola makan sehat ke seluruh lapisan masyarakat dan mewujudkannya di Indonesia sebagai sesuatu yang demokratis, bukan hanya untuk kalangan tertentu. Kami yakin bahwa dengan dukungan dari East Ventures dan seluruh mitra, misi ini akan dapat kami realisasikan,” imbuh Edrick Joe Soetanto, Co-Founder Greenly.

Keunggulan Greenly adalah mengintegrasikan konsep new retail dengan pendekatan online-to-online (O2O). Pendekatan ini menjadikannya berbeda dengan pemain besar tradisional lainnya. Dengan konsep ini, Greenly mengadopsi pola penjualan multikanal melalui gerai fisik dan pesan antar.

Saat ini, Greenly mengoperasikan 5 outlet di Surabaya, yaitu 1 gerai di Mall dengan konsep kafe/restoran, sementara 4 cabang lainnya melayani pesan antar dengan konsep cloud kitchen. Melalui strategi ini membuat Greenly lebih efisien sehingga mampu menawarkan produk dengan harga terjangkau, sekaligus mewujudkan misinya untuk membawa akses diet sehat bagi lebih banyak orang.

Kebutuhan konsumen Indonesia atas produk makanan sehat yang terjangkau dan model bisnis yang tepat membuat bisnis Greenly tumbuh hingga 5 kali lipat sepanjang 2019. “Kami juga berencana untuk melebarkan sayap ke luar Surabaya pada tahun 2020 ini,” pungkas Joe.

MARKETEERS X








To Top