Consumer Goods

Usung Social Commerce, RateS Dorong Orang Indonesia Jadi Wirausaha

RateS, platform social commerce, mencoba membantu masyarakat Indonesia untuk memulai bisnis baru. Dengan konsep social commerce, partner reseller RateS dapat memanfaatkan media sosial mereka untuk memulai bisnis online dengan brand mereka sendiri tanpa memerlukan modal ataupun inventaris.

Bagi Jake Goh, CEO dan Co-Founder RateS, banyaknya platform e-commerce saat ini tidak banyak membatu masyarakat untuk menjadi wirausaha, sebab permasalahannya masih pada soal modal dan waktu. “Keterbatasan modal dan waktu menjadi kendala yang sering dirasakan oleh mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan,” terangnya.

RateS berfokus untuk membantu individu-individu yang seringkali harus berada di rumah, termasuk ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dan mencapai standar hidup yang lebih tinggi. RateS menyediakan end-to-end service bagi partner reseller dengan menyediakan pilihan produk-produk berkualitas dari dalam dan luar negeri.

Para mitra  dapat menelusuri katalog dan memilih produk manapun yang mereka ingin jual ke dalam toko online mereka. Melalui fitur Shoplink, partner reseller dapat membagikan link toko mereka setelah menambahkan produk ke dalam toko online mereka. Ketika tercipta transaksi jual beli antara partner reseller RateS dengan pelanggan, RateS membantu untuk mengirimkan produk tersebut ke alamat tujuan melalui jasa pengiriman barang.

Model bisnis RateS diciptakan untuk dapat mendukung industri lokal dan UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui platform online. 50% pilihan produk yang tersedia dalam katalog RateS merupakan produk lokal karya anak bangsa. Melalui hal ini RateS berharap dapat membantu para pengusaha lokal dan UMKM untuk memperluas saluran distribusi mereka dan menjangkau pembeli yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan penjualan mereka.

“Kami berharap RateS dapat menjadi sarana bagi para perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan para pelajar agar dapat aktif berpartisipasi dalam sektor ekonomi. Dengan aplikasi online, mereka tidak perlu meninggalkan tugas dan kewajiban mereka untuk menjadi wirausaha yang sukses dan meningkatkan status finansial mereka. Sementara itu kami juga berharap dapat meningkatkan produk-produk lokal Indonesia agar dapat semakin berkembang dan dikenal,” tutup Goh.

 

Editor: Eko Adiwaluyo








To Top