Ratu Elizabeth: Merek Paling Bernilai Sedunia Kalahkan Coke dan Ferrari

profile photo reporter Sigit Kurniawan
SigitKurniawan
09 September 2022
marketeers article
Sumber ilustrasi: www.123rf.com
Ratu Inggris Elizabeth II berpulang pada usia 96 tahun setelah kesehatannya memburuk beberapa saat sebelumnya. Wafatnya Elizabeth II tidak hanya menorehkan duka di kalangan keluarga istana Buckingham dan masyarakat Inggris tetapi juga dunia.
Banyak kalangan, dari pemimpin negara, pemimpin bisnis, hingga orang biasa di banyak belahan dunia mengucapkan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertua dan legendaris sedunia itu. Namanya menjadi trending global di berbagai linimasa media sosial.
Ratu Elizabeth memang bukan sekadar ikon Inggris. Perempuan kelahiran 21 April 1926 ini merupakan tokoh dunia yang memiliki segudang reputasi. Banyak media internasional menyebut Ratu Elizabeth sebagai merek selebriti paling besar dan paling bernilai sedunia. Forbes, misalnya, pada tahun 2021 menyebut “The Queen is the Biggest Celebrity Brand in the World.” Fox Business menyebut Ratu Elizabeth II memiliki brand recognition yang lebih tinggi dari Kim Kardhasian dan Oprah Winfrey. Bahkan, Vanity Fair dan Daily Mail pernah menyebut Ratu Elizabeth sebagai merek yang lebih besar ketimbang Coke, Nike, Ferrari, dan Microsoft. Mengapa?
Popularitas Menyejarah
Ratu Elizabeth menjadi merek selebriti terbesar di dunia sangatlah lumrah. Kalau menonton film dokumenter berjudul Elizabeth at 95: The Invincible Queen, orang akan mengerti betapa sosok ratu ini memiliki pamor dan pengaruh yang mendunia. Forbes menyebut sosoknya lebih besar dari Beckham, Bieber, dan Barack Obama.
Popularitas Elizabeth II memang tidak lepas dari popularitas Inggris yang menjadi penganut sistem monarki atau pemerintahan berbentuk kerajaan tertua di dunia yang masih eksis hingga hari ini. Elizabeth menjadi sentra dari sistem monarki tersebut dan selalu menjadi bagian sejarah dunia yang dipelajari di mana-mana, termasuk pelajaran di bangku sekolah dasar.
Ekstremnya, tidak ada orang di planet ini yang belum pernah mendengar tentang Ratu Elizabeth. Dia ikonik dan dia diabadikan meskipun sebelumnya dia masih hidup. Sebenarnya tak hanya Sang Ratu saja, keluarga kerajaan Inggris juga menjadi “merek” dunia, seperti mendiang Pangeran Philip, Pangeran Charles, Lady Diana, Pangeran Harry, Pangeran William, dan sebagainya. Pada tahun 2011, misalnya, jutaan orang dari 180 negara menyaksikan pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton. Artinya? Merek keluarga kerajaan ini tak hanya milik Inggris tapi dunia.
Kehidupannya yang hampir seabad dan posisinya sebagai ratu tentunya banyak mewarnai sejarah politik dan ekonomi Inggris, Eropa, dan dunia. Artinya, kepergian Elizabeth juga akan membawa dampak di ranah-ranah tersebut.
Brand Immunity
Sosok Ratu Elizabeth II merupakan sosok yang “tak terkalahkan” atau “kebal” seperti termuat dalam film dokumenter Elizabeth at 95: The Invincible Queen. Forbes menyatakan Elizabeth menjadi contoh sosok yang memiliki brand immunity yang kuat. Meskipun terterpa aneka isu skandal, Elizabeth sampai akhir hayatnya tetap menjadi sosok yang dikagumi dan dicintai oleh banyak kalangan.
Di industri, brand immunity ini juga bisa dibangun oleh merek. Coke, salah satunya. Meski pada tahun 1999, Coca-Cola mengakui adanya kontaminasi produk di Belgia dan berlanjut pada penarikan besar-besar dari pasar, Coke mampu melakukan brand recovery dengan cepat. Coke memiliki kekebalan merek dan tak lama setelah kasus tersebut, reputasinya pulih dan masyarakat konsumen tetap percaya padanya. Intinya, ketika merek sudah kuat, merek tersebut berpotensi memiliki kekebalan yang kuat juga.
Cultural Currency
Wajah Ratu Elizabeth mewarnai sejumlah mata uang dan perangko. Jeetendr Sehdev, penulis the Kim Karashian Principle, mengatakan Ratu Elizabeth sebagai ikon mata uang kultural. Tidak sebatas di mata uang, tetapi personal brand-nya juga dibicarakan di forum-forum budaya. Sang Ratu muncul dalam seni visual di jalanan, halte, dan menjadi ikonografi di mana-mana.
Yang paling menarik adalah saat pembukaan Olimpiade tahun 2012 di London. Dalam video pembukaan Olimpiade tersebut, sosok Ratu Elizabeth ditampilkan terjun dari sebuah helikopter. Ia tak sendirian karena ditemani oleh Daniel Craig, pemeran James Bond. Keduanya naik heli dari Istana Buckingham menuju stadion Millenium Cardiff, tempat pembukaan ajang olah raga bergengsi itu.
Sontak aksi ekstrem tersebut memukau dunia. Aksi ini mengingatkan sosok Presiden Joko Widodo yang menunggangi motor Yamaha FZ1 saat membuka Asian Games 2018 di Jakarta. Yang jelas, relevansi budaya menjadi indikator dari kekuatan merek yang kuat dan kebal.
Selamat jalan, Ratu Elizabeth. Dunia akan tetap mengenangmu karena engkau adalah merek abadi yang melintasi sejarah dunia. God save the Queen!
 
 

Related