Industry

Rencana TikTok Lepaskan Citra Perusahaan China

SUMBER: 123RF

TikTok dikabarkan tengah bersiap membangun kantor pusat di luar China. Perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut diketahui ingin melepas citra sebagai perusahaan China. Maklum, karena latar belakang perusahaan induk mereka, TikTok mendapatkan pengawasan cukup ketat dari Amerika Serikat (AS).

Para anggota dewan AS meminta pemeriksaan lebih lanjut terkait sensor untuk aplikasi video-sharing ini. Hal tersebut untuk mengurangi kekhawatiran adanya ancaman keamanan nasional yang berpotensi dihadirkan oleh aplikasi ini. Pekan lalu, Angkatan Laut AS telah melarang pengunduhan aplikasi tersebut pada ponsel pemerintahan.

Dilansir Wall Street Journal; Singapura, London, dan Dublin menjadi sejumlah lokasi potensial untuk kantor pusat TikTok nantinya. Perencanaan untuk memiliki kantor pusat di luar China sendiri dikabarkan telah ada sejak beberapa bulan lalu. Terlebih lagi, saat ini, TikTok belum memiliki kantor pusat meski sudah memiliki kantor di Los Angeles dan para eksekutifnya bekerja di Shanghai.

“Kami sudah menjelaskan bahwa cara terbaik untuk bersaing di pasar global adalah memberdayakan tim lokal. Karenanya, TikTok terus membangun manajemen di negara-negara tempat kami beroperasi,” jelas perwakilan TikTok.

Dari keseluruhan lokasi potensial yang disebutkan, AS justru tidak menjadi salah satu pertimbangan. Hubungan memanas antara China dan AS diperkirakan menjadi hal yang memengaruhi. Singapura sendiri menjadi salah satu negara yang mungkin terpilih karena cukup populer di antara perusahaan-perusahaan teknologi asing yang mencari tempat untuk mengembangkan bisnisnya.

Singapura dinilai memiliki tenaga kerja yang handal di teknologi dengan multi bahasa. Selain itu, pemerintah Singapura juga menunjukkan dukungan yang kuat. Wilayah Asia Tenggara sendiri merupakan pilihan teratas perusahaan China yang menargetkan pengembangan usaha mereka secara global, salah satu faktornya adalah kemiripan budaya.

MARKETEERS X








To Top