Lifestyle

Riset: Konsumen Indonesia Paling Jarang Olahraga saat Natal dan Tahun Baru

Photo Credits: 123rf

Konsumsi makanan berlebih terjadi di antara konsumen Asia Pasifik selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini tercermin dari hasil survei Herbalife Nutrition bertajuk “Kebiasaan Makan saat Musim Liburan di Asia Pasifik pada 2019” yang menunjukkan, rata-rata berat badan konsumen Asia Pasifik naik setelah libur Natal dan Tahun Baru lantaran konsumsi makanan berlebih. Sayangnya, konsumen Indonesia menjadi konsumen yang paling jarang berolahraga dibandingkan konsumen negara lain di Asia Pasifik.

Tiga di antara lima orang konsumen Asia Pasifik kurang berolahraga di momen liburan Natal dan Tahun Baru. Survei yang dilakukan terhadap 5.500 responden di Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam ini menemukan, lebih dari setengah responden (56%) menunda berolahraga hingga liburan berakhir.

Di antara seluruh negara, konsumen Indonesia dan Vietnam paling jarang berolahraga ketika libur Natal (73%) dan Tahun Baru (73%). Selain itu, konsumen Filipina (60%) kemungkinan besar menunda berolahraga hingga libur Natal selesai, sementara, konsumen Vietnam (68%) paling banyak menunda berolahraga hingga libur Tahun Baru usai.

Demi menurunkan berat badan, lebih dari setengah (54%) konsumen Asia Pasifik akan makan lebih sehat, dan 46% di antaranya akan lebih sering berolahraga setelah liburan berakhir.

Terlepas dari upaya mereka, hampir satu dari empat orang (24%) konsumen Asia Pasifik tak mampu menurunkan berat badan yang diperoleh ketika musim liburan.

“Itu sebabnya, mereka perlu menjaga gaya hidup sehat selama liburan, dan upaya tersebut menjadi cara yang lebih baik untuk menjaga kebugaran dalam jangka panjang,” ujar Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Herbalife Nutrition Asia Pacific.

Baca Juga: Empat Tips Cegah Berat Badan Naik saat Natal dan Tahun Baru

Most Popular








To Top