Retail & Property

Rumah Tipe Kecil Akan Alami Kenaikan Harga

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya, yaitu BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,25%. BI juga mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan aturan Loan to Value ( LTV) dan Finance to Value (FTV) bagi pembiayaan kepemilikan properti, baik rumah tapak, rumah tinggal maupun rumah kantor dan rumah toko.

Ekonom PermataBank, Josua Pardede menambahkan bahwa keputusan BI untuk menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 75bps menjadi 5,25% sejak Juli 2019 sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global.

Penurunan suku bunga acuan BI diperkirakan akan langsung diikuti penurunan suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), yang pada umumnya akan direspon dengan penurunan suku bunga deposito yang selanjutnya akan mendorong juga penurunan suku bunga kredit. “Transmisi kebijakan moneter ini yang pada akhirnya mempengaruhi suku bunga kredit, tidak terkecuali suku bunga kredit KPR,” katanya.

Menurutnya, dengan fakta bahwa BI sudah merelaksasi kebijakan makroprudensialnya dengan menurunkan LTV sejak Agustus 2018, maka diperkirakan bahwa apabila suku bunga KPR berpotensi turun menyesuaikan penurunan suku bunga acuan BI. “Karena itu, permintaan terhadap properti dan KPR diperkirakan akan berangsur naik paling cepat akhir tahun ini atau awal tahun depan,” katanya.

Josua menambahkan, berdasarkan survei Bank Indonesia, indeks harga properti residential pada Q2 2019 menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara kuartalan, harga properti residential melambat dari 0,49%qtq menjadi 0,20%qtq dan secara tahunan melambat dari 2,04%yoy menjadi 1,47%yoy.

“Peningkatan harga properti didorong oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja. Sementara, harga properti residential pada Q3 2019 diperkirakan masih mengalami kenaikan 1,76%qtq. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga properti residential diperkirakan meningkat 1,82%yoy dari Q2 2019 sebesar 1,47%yoy. Kenaikan harga rumah diperkirakan terjadi pada rumah tipe kecil,” tutupnya.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top