Lifestyle & Entertainment

Saat Barbie Bicara Budaya Indonesia

Mattel, produsen boneka Barbie mengumumkan kolaborasinya dengan Iwan Tirta Private Collection, meluncurkan Barbie berkonsep nusantara yang mengenakan batik bernama Kirana. Ini merupakan kerja sama perdana antara Barbie dengan desainer fesyen Indonesia.

Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Barbie Kirana merupakan koleksi pertama yang terinspirasi dari keragaman budaya Indonesia. Ada dua boneka yang diluncurkan dalam koleksinya itu dengan dua desain berbeda, yaitu Kawung Manis dan Sawunggaling. Targetnya, tentu saja anak-anak perempuan agar mengenal batik melalui mainan paling mahsyur itu.

Rencana Mattel memproduksi Barbie ala Indonesia sudah terlintas sejak setahun lalu. Iwan Tirta dipilih karena rumah mode tersebut memiliki pemahaman batik yang tinggi dan telah tersohor sebagai desainer batik yang diakui komunitas global.

“Kolaborasi ini akan menjadi cara kami untuk memperkenalan batik ke generasi muda Indonesia,” papar Widharmika Agung, CEO Iwan Tirta Private Collection di La Moda Plaza Indonesia, Rabu, (3/9/2018).

Ivan Franco, Country Manager Mattel Southeast Asia mengatakan, hadirnya Barbie Kirana sekaligus membuktikan eksistensi Mattel di Indonesia yang hadir sejak 25 tahun lalu. Asal tahu saja, pabrik mattel di Cikarang, Jawa Barat, menjadi basis produsi Barbie di dunia. Pabrik itu mensuplai 60% produksi Barbie secara global.

“Kami tidak menyebut berapa banyak jumlah Barbie Kirana yang kami produksi. Namun, kami pastikan produk ini sudah tersebar di toko-toko mainan di Indonesia,” papar dia.

Di Cikarang, Mattel memproduksi 2 juta mainan per minggu, termasuk Babrie dan beberapa merek lain seperti Hot Wheels dan Polly Pocket. Total ekspor pun mencapai US$ 150 juta per minggu.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengungkapkan, Barbie Kirana mempunyai dua tujuan. Pertama, memperkenalkan warisana budaya batik ke mata dunia internasional.

Kedua, menggenjot kampanye ekspor Indonesia. Produk mainan anak mengalami peningkatan ekspor 12% pada tahun 2017 dengan nilai Rp 13 triliun. “Industri ini balance positif dengan ekspor US$ 320 juta. Sementara impornya sebesar US$ 140 juta,” terang dia.

Barbie is more than a doll. Boneka cantik yang hadir sejak tahun 1959 ini mencetak penjualan sebesar US$ 1 triliun di 150 negara dunia. Sebanyak 92% anak perempuan Amerika usia 3-12 tahun setidaknya memilki boneka Barbie. Sebab, di sana, harga jual Barbie cukup terjangkau, yaitu US$ 10.

Sementara, Barbie Kirana ini dibanderol seharga Rp 299.000. Harga ini merupakan harga rata-rata Barbie yang dipasarkan di Indonesia.

Editor: Sigit Kurniawan







To Top