Government & Public Services

Saloka Theme Park Jadi Magnet Pariwisata Baru di Semarang

Ilustrasi: Dokumentasi Kemenpar

Taman rekreasi bisa dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata yang sangat kuat. Paling tidak, inilah yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Semarang pada taman rekreasi Saloka Theme Park di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang.

Taman rekreasi ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya Sabtu (22/6/2019). Arief mengatakan Saloka Theme Park akan melengkapi kekayaan destinasi yang dimiliki Jawa Tengah (Jateng) dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat karena sektor pariwisata diyakini semakin kuat.

“Jateng paling beruntung dibanding provinsi lain karena akan ada tiga bandara internasional, yaitu Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Dengan tiga bandara ini akan menjadikan Jateng sebagai destinasi utama kelas dunia,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendukung industri dan pihak swasta untuk mengembangkan potensi wisata daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Peresmian Saloka Theme Park ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang didampingi oleh Direktur Utama Saloka Theme Park David Santosa Prasetyo, dan Komisaris Saloka Theme Park Ary Prasetyo.

Saloka Theme Park berlokasi di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Terletak di sekitar danau Rawa Pening dan kaki Gunung Telomoyo, berjarak 40 km dari Semarang dan 60 km dari Solo.

Peresmian dan pembukaan Saloka Theme Park dimeriahkan oleh berbagai hiburan menarik. Mengawali acara, Menpar disambut oleh iringan Drumband Blek atau Drumblek khas Salatiga. Selain itu, Menpar dan seluruh pengunjung juga mendapat hiburan dari Sinden Bule Agnez yang sangat fasih berbahasa Jawa. Ia tampil diiringi Christian Orkestra. Ada juga pementasan legenda Rawa Pening dari Lodra Dancer.

Hadir dalam pembukaan tersebut di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Noegroho Rachmadi, Pangdam IV/Diponegoro Mochamad Effendi, Bupati Semarang Mundjirin, dan Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili oleh Kadisporapar Jateng Sinoeng Noegroho Rachmadi, mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan Saloka Theme Park sehingga memberikan pilihan masyarakat untuk liburan.

“Jawa Tengah kaya akan pusat kesenian, pemandangan alam yang bagus, ditambah produk wisata menarik. Selain berwisata, di Saloka Theme Park pengunjung bisa beredukasi. Karena Saloka memiliki wahana science yang sangat menarik,” kata Ganjar dalam pesan visualnya saat peresmian Saloka Theme Park.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, selama ini Kabupaten Semarang hidup dari industri pertanian dan pariwisata. Letaknya pun strategis di antara Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang).

“Kami berharap Saloka bisa semakin menghidupkan pariwisata Kabupaten Semarang. Apalagi Saloka memanfaatkan SDM lokal. Mudah-mudahan Saloka semakin besar dan terus berkembang,” ujarnya.

Saloka Theme Park dibangun di atas lahan seluas 12 hektare. Pengunjung dapat menikmati 25 wahana permainan dan berbagai hiburan dalam empat kawasan dengan tema berbeda, yaitu Zona Pesisir, Zona Balalantar, Zona Segarapada, dan Zona Komayayi. Sejak soft opening pada 15 Desember 2018 hingga April 2019, tercatat 420 ribu pengunjung telah berwisata di Saloka Theme Park.








To Top