Consumer Goods

Sambut Experience Economy, Enesis Group Implementasi Program SAP

Saat ini, untuk bisa menjadi pemain yang diperhitungkan, teknologi merupakan modal dasar yang harus dimiliki setiap pemain di dunia usaha.  Sehingga, setiap perusahaan harus selalu meningkatkan kemampuan teknologi seiiring semakin ketatnya kompetisi dalam meraih pasar. Inilah yang mendorong Enesis Group untuk menerapkan teknologi SAP untuk mendukung proses bisnis.

Enesis Group adalah perusahaan yang bergerak di industri fast moving consumer goods (FMCG) dengan 11 merek yang masuk ke berbagai kategori produk. Hal ini membuat cakupan bisnis grup ini pun begitu komplek dan menghasilkan data yang beragam, mulai dari data di internal, produksi, penjualan, hingga melibatkan para distributor.

“Kompleksitas data, baik di internal dan eksternal, yang mencakup 11 merek hingga distributor harus kami kelola dengan baik. Apalagi, di era big data ini kami harus mampu menggunakan data-data tersebut sebagai alat untuk mengambil keputusan dalam mengambil peluang-peluang baru di pasar dan mengembangkan bisnis kami,” kata Budiman Goh, COO Enesis Group, hari ini (01/11/2019).

Teknologi SAP S/4HANA (ERP) menjadi pilihan dari Enesis Group. Ini merupakan teknologi terbaru dari SAP. Lewat teknologi ini Enesis Group dapat mengintegrasikan semua data dan proses bisnis end-to-end, secara tepat waktu dan akurat.

“SAP merupakan pemimpin pasar di software Entreprise Resource Planning (ERP) dan dipercaya oleh lebih dari 400 ribu perusahaan di dunia. Dengan reputasi ini, kami memutuskan untuk menggunakan program SAP,” tambah Budiman.

Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia mengatakan bahwa dengan menerapkan SAP, Enesis Group telah melakukan keputusan yang sangat tepat. Menjadi langkah awal bagi Enesis Grup untuk bertransformasi menjadi perusahaan cerdas. “Enesis Group telah melakukan langkah pertama untuk menjadi intellegent company dan siap untuk bersaing di era experience economy seperti sekarang ini,” kata Andreas.

Experience economy adalah sebuah era ketika konsumen memutuskan membeli suatu produk berdasarkan pengalaman yang mereka dapatkan. Harga bukanlah lagi faktor utama, namun bagaimana konsumen bisa mendapatkan pengalaman baru, kesenangan, dan memori.

“Setelah menerapkan SAP, Enesis Group bisa mengolah data di internal dan eksternal, termasuk perilaku konsumen. Dengan begitu bisa menciptkan pasar baru, bisnis model baru, hingga sumber pendapatan baru,” tambah Andreas.

Untuk mengimplementasi program SAP ini, Enesis Group dibantu oleh PT Soltius Indonesia yang merupakan bagian dari Metrodata. Soltius Indonesia merupakan platinum partner dari SAP Indonesia dan telah bekerjasama dengan ratusan perusahaan di Indonesia dari berbagai industri.

Enesis Group berdiri tahun 1988 dan memiliki berbagai merek, seperti Soffell, Kispray, Antis, ForceMagic, dan Plossa Press yang merupkan produk nonfood. Kemudian, ada ready to drink dan suplemen makanan, yaitu Adem Sari, Adem Sari Ching Ku, Vegeta, Proman, Coolant, Tesona, dan Scrubber.








To Top