Digital

Sejauh Mana Penerapan Solusi Internet of Things di Indonesia?

Photo Credit: www.123rf.com

Solusi Internet of Things (IoT) kini mulai meramaikan industri teknologi Indonesia. Hal ini tercermin dari banyaknya pemain yang turut mengambil peran. Namun, gema IoT tidak bergaung dengan sendirinya, komputasi awan diduga menjadi konsep yang turut menginisiasi adopsi IoT.

Firma riset Gartner menyebutkan bahwa perangkat pintar yang akan terhubung diprediksi mencapai 20 miliar perangkat di seluruh dunia pada tahun 2020 mendatang. Dengan demikian, pemanfaatan IoT diharapkan akan semakin masif. Sebab, IoT tak hanya berbicara tentang perangkat yang menjadi “pintar”, tetapi juga pemindai dan komunikasi antara sesama mesin. Seperti yang dilakukan smartwatch, smartband, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, solusi IoT menawarkan layanan monitoring kebun, memberi pakan ikan secara otomatis, hingga menjaga kualitas air dalam galon. Komunikasi antar mesin menggunakan komputasi awan, dan kepemilikan ponsel pintar mampu memberikan jalan yang lebih nyaman bagi IoT untuk bisa diterima oleh masyarakat dengan cepat. Cloud akan berperan menjadi mediator yang akan mengkomunikasikan mesin ke mesin, juga mesin ke manusia.

Selain itu, cloud pun mempermudah para inovator untuk terjun ke revolusi IoT bermodalkan infrastruktur mutakhir dengan seluruh fleksibilitas yang ditawarkan olehnya. Rendahnya “barriers to entry” di ekosistem baru ini seharusnya mampu dilalui oleh para penggiat startup untuk berkompetisi dengan pemain besar sekalipun.

Menggunakan komputasi awan dengan harapan mampu berkomunikasi dengan mesin di mana pun dan kapan pun, memberi implikasi pada arus lalu lintas data yang cukup padat. Faktanya, ada informasi yang dapat digali dari skenario tersebut untuk dianalisis demi membantu perusahaan mengambil keputusan strategis.

“Pada dasarnya, komputasi awan dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Dalam kasus IoT, terutama di Indonesia, CloudKilat memiliki infrastruktur yang lebih dari sekadar cukup untuk memfasilitasi ide-ide segar, baru, dan inovatif dari para penggiat lokal,” kata Dondy Bappedyanto, CEO Infinys System Indonesia.

Perihal hambatan dan tantangan IoT di dalam negeri, Dondy menilai industri teknologi memberikan dinamika bisnis yang cenderung cepat. Ia tidak dapat memprediksi hingga sejauh mana tren IoT nantinya akan hadir.

“Namun, kami bisa mengantisipasi dengan menjanjikan teknologi yang layak untuk entry-level. Jika prospeknya baik, kami rasa CloudKilat sangat mungkin untuk menyesuaikan diri,” tutup Dondy.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top