Finance

Selain Untung Rugi, Investor Cari Faktor Keamanan

Bagi investor pemula, instrumen investasi reksa dana merupakan yang paling banyak dilirik karena proses yang lebih mudah dan produk yang cukup beragam. Faktor keamanan dalam berinvestasi merupakan salah satu prioritas utama investor selain kalkulasi untung rugi. Namun, faktor keamanan ini kerap kali menjadi tantangan bagi calon-calon investor baru untuk mulai bertransaksi di reksa dana, khususnya yang menggunakan platform online sebagai kendaraan utamanya.

Karaniya Dharmasaputra Co-Founder dan CEO Bareksa.com menyatakan, investor kerap masih beranggapan bahwa ketika memutuskan membeli reksa dana, maka dana investor akan masuk ke rekening agen penjual reksa dana.

“Padahal, berinvestasi reksa dana tidak sama dengan menabung atau menyimpan deposito di bank. Investor tidak perlu khawatir uang akan disalah gunakan oleh pihak yang tidak jelas. Karena seluruh dana nasabah akan disimpan secara aman di Bank Kustodian. Artinya, baik agen penjual ataupun manajer investasi tidak menyimpan aset apapun yang menjadi hak investor.”

Dalam konsep investasi reksa dana ada istilah Bank Kustodian. Istilah ini diberikan kepada perbankan umum yang mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan fungsi sebagai penyimpanan dan pencatatan yang sudah bekerja sama dengan manajer investasi untuk mengadministrasikan (administrator and transfer agent); mengawasi (compliance monitoring) dan menjaga aset (safe keeping) investor.

Bank Kustodian selaku lembaga pengadministrasi memegang posisi penting dalam memastikan aset investor sudah terhitung dengan benar sesuai dengan dana yang dibayarkan. Proses ini memakan waktu setidaknya satu hari sebelum kemudian investor menerima laporan perolehan unit hariannya (Nilai Aktiva Bersih/NAB).

“Faktor kenyamanan dan kepekaan akan segi security kami nilai sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor,” tutup Karaniya.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top