Lifestyle & Entertainment

Singapura Klaim Bisnis Tetap Kuat Meski Terpapar Dampak Coronavirus

SUMBER: 123RF

Pemerintah Singapura menyiapkan dana sebesar S$ 5,6 miliar (sekitar Rp 55 triliun) untuk membantu para pebisnis dan rumah tangga menghadapi penyebaran coronavirus. Singapura tercatat sebagai salah satu negara dengan kasus tertinggi coronavirus di luar Cina dengan 77 kasus. Dilansir CNBC, Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat memberitahukan penundaan rencana kenaikan pajak barang dan layanan.

Sejak kabar coronavirus menyebar, pemerintah Singapura bergerak cepat dengan memulai larangan kedatangan wisatawan China. Mereka juga mengajak Malaysia untuk membentuk komite bersama untuk antisipasi tersebarnya virus ini. Pasalnya, volume kunjungan wisatawan China ke dua negara ini cukup tinggi.

Kendati sektor pariwisata terkena dampak akibat virus ini, tetapi pergerakan bisnis di Singapura masih sangat kuat. Dengan teknologi tinggi, pajak rendah serta infrastruktur yang efisien, Singapura diklaim menggeser New York bahkan London sebagai pusat bisnis terbaik dunia.

“Singapura menempati posisi pertama pada laporan Forum Ekonomi Dunia tentang Indeks Daya Saing Global 2019. Pencapaian ini membuat pemerintah sangat serius meminimalisir dampak coronavirus,” ungkap Founder Singapore Guide Book (SGB) Tatiana Gromenko.

Singapura memang menjadi destinasi pilihan bagi banyak orang di seluruh dunia, tidak terkecuali wisatawan asal China. “Singapura merupakan pusat pertemuan udara, laut dan telekomunikasi Asia. Dengan lokasi yang strategis, Singapura membuka akses kepada empat miliar orang dan juga dilengkapi fasilitas berstandar internasional,” tambah Tatiana.

Tatiana mengklaim bahwa meski coronavirus memengaruhi banyak sektor di Singapura, sektor Business Travel and Meetings, Incentive Travel Conventions, and Exhibitions (BTMICE) tidak dapat terhenti begitu saja.

 

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top