Government & Public Services

Songsong Tahun 2045, Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang telah berlangsung lebih dari 60 tahun. Tahun ini, hubungan ini genap berusia 62 tahun.  Dua negara ini dengan antusias menyongsong tahun 2045, dengan melakukan berbagai kerja sama government to government (G to G), business to business (B to B), dan antar-perorangan. 

Pada tahun 2045, kedua negara diprediksi akan masuk dalam lima besar negara perekonomian terbesar dunia. Dengan begitu, kerja sama antara dua negara ini akan sangat mempengaruhi dunia. Sehingga, ada kesepatakan bersama untuk menyambut datangnya tahun 2045 dengan menginisiasi Proyek 2045.

“Kerja sama kedua negara ini sangat berharga dalam menyelesaikan tantangan global di masa depan. Namun, kerja sama antara Indonesia dengan Jepang akan menghadapi tantangan besar,” kata Hidetoshi Nishimura, President Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dalam keterangan persnya di seminar Inspiring the World: An International Cooperation Framework of Indonesia and Japan towards 2045 yang digelar Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia.

Ia menambahkan, oleh karena itu kerja sama tersebut perlu mempertimbangkan teknologi baru, energi dan keamanan pangan. Selain itu, pergantian politik dan lanskap ekonomi, lingkungan serta nilai sosial budaya juga perlu menjadi pertimbangan

Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM Universitas Indonesia Kiki Verico menambahkan salah satu sumber masa depan perekonomian memang akan datang dari Kawasan Pasifik, terutama dari sektor maritim. “Pemanfaatan Pasifik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi potensinya tinggi dan akan memberi dampak ke Indonesia terutama di kawasan Timur,” katanya.

Untuk bisa memanfaatkan sumber ekonomi masa depan tersebut, ndonesia membutuhkan kestabilan politik dan keamanan di kawasan.  Sejauh ini, kerja sama antara Indonesia dan Jepang telah berperan penting dalam menciptakan kawasan yang damai, stabil, sejahtera, dan saling menguntungkan di Regional Indo-Pasifik.  “Kita dipersatukan oleh share vision yang sama, bagaimana menciptakan inclusive, free, and open regional cooperation melalui tiga layer, yaitu political stability, economic prosperity, dan social cohesion,” ujar Kiki.

Peluang Kerja Sama   

Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2019 naik menjadi US$ 31,5 miliar. Jepang salah tujuan favorit ekspor Indonesia. Pada tahun 2019, ekspor Indonesia ke Jepang mencapai US$15,9 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Jepang sekitar US$15,6 miliar. Jepang juga merupakan negara dengan nilai investasi terbesar ketiga di Indonesia. Tahun lalu, total investasi asing Jepang ke Indonesia mencapai US$4,3 miliar.

Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan, Jepang selalu menjadi strategic partner bagi Indonesia. Dalam satu dekade terakhir investasi Jepang di Indonesia naik enam kali lipat.  “Kita optimistis kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang akan semakin optimal ke depan. Progres dari negosiasi Free Trade Agreement (FTA) akan menjadi momentum kedua negara untuk memperluas kerja sama ekonomi,” katanya.

Menurut Edi, kerja sama ekonomi kedua negara secara intensif bisa dibangun melalui pengembangan teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan Infrastruktur. Saat ini Indonesia membuka kesempatan kerja sama dalam training dan pengembangan SDM melalui program vokasi terutama dalam menghadapi era 4.0. “Jepang bisa melalui privat sector, maupun negara bisa memperluas partisipasinya untuk penguatan human capital kita,” kata Edi lagi,

MARKETEERS X








To Top