Automotive

Strategi Komunikasi Prestone untuk Edukasi Pasar Indonesia

Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dijadikan wadah bagi Prestone untuk aktivitas pemasarannya. Bukan sekadar memperkenalkan produk terbarunya, PT Autochem Industry, distributor produk aftermarket Prestone, Madter, Busi Autolite dan Filter Fram juga membagi ilmu tentang cairan rem otomotif.

Dengan pengalaman sebagai agen tunggal cairan rem Prestone untuk pasar Indonesia sejak tahun 1984, PT Autochem Industry menggandeng Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed sebagai Chief Mechanic Autochem Racing untuk berbagi ilmu mengenai fakta-fakta terkini soal cairan rem.

”Para pemilik kendaraan bermotor terkadang tak mengerti apa itu cairan rem. Mereka bahkan kerap menyebutnya sebagai minyak rem,” ujar Robby Hartono, Direktur PT Autochem Industry. “Padahal yang disebut cairan rem ini bukanlah minyak karena sifatnya higroskopis atau menyerap air.”

Di sisi lain, Prestone meyakini bahwa keselamatan berkendara dimulai sejak perawatan kendaraan. “Khususnya untuk cairan rem yang merupakan elemen vital kendaraan. Untuk itu, penting bagi pengguna kendaraan mobil atau motor untuk mengetahui ilmu seputar cairan rem ini, khususnya produk Prestone,” kata Chris Sada, Direktur PT Autochem Industry

Untuk menyampaikan hal tersebut, PT Autochem Industry memilih berbagai kanal komunikasi yang diintegrasikan. Mulai dari mengikuti pameran, publikasi media, hingga masuk ke dunia perkuliahan. Kali ini, mereka menggelar sebuah diskusi mengenai brake fluid atau cairan rem. Elemen ini kian penting jika melihat kondisi iklim di Indonesia dengan tingkat kelembaban 60%- 80%. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kondisi cairan rem dan pada akhirnya memengaruhi kemampuan pengereman.

“Dengan kandungan air sebanyak 3%, titik didih cairan rem akan turun hingga lebih dari 100°C. Jika titik didih cairan rem tersebut terlewati, maka rem akan rentan untuk blong,” ujarTaqwa.

Salah satu produk unggulan PT Autochem Industry yaitu cairan rem Prestone Brake Fluid DOT 4 memiliki keunggulan dalam hal titik didihnya yang lebih tinggi. Pada cairan rem Prestone DOT 4 memiliki titik didih 265°C sementara standar cairan rem DOT 4 kebanyakan hanya 230°C. Dengan kandungan air 3%, titik didih PRESTONE DOT 4 tetap memiliki suhu lebih tinggi hingga 155°C.

“Karena itu, cairan rem perlu untuk diganti secara berkala setiap satu tahun atau 20.000 km untuk mobil atau 10.000 km untuk sepeda motor. Sementara cairan rem di mobil dapat bertahan lebih lama karena posisi tabung reservoir cairan rem terdapat di dalam ruang mesin sehingga lebih tertutup, dibandingkan sepeda motor yang tabung reservoirnya berada di tempat lebih terbuka,” imbuh Taqwa.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top