Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) belakangan menghantui berbagai industri, mulai dari teknologi hingga sektor pemerintahan. Banyak perusahaan besar melakukan pemangkasan karyawan akibat efisiensi bisnis dan ketidakpastian ekonomi.
Dalam situasi ini, pekerja perlu mengambil langkah proaktif agar karier tetap aman. Dilansir dari Forbes, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk menghadapi ancaman PHK:
BACA JUGA: Efektifkah Gelar Magister dalam Meningkatkan Karier?
Perbarui Dokumen Karier
Memiliki dokumen karier yang diperbarui akan mempermudah Anda jika sewaktu-waktu harus mencari pekerjaan baru. Pastikan CV mencerminkan pencapaian terbaru serta keterampilan yang relevan, terutama yang sedang banyak dicari di industri, seperti analisis data.
Selain itu, optimalkan profil LinkedIn agar lebih menarik bagi perekrut. Profil yang informatif dan profesional akan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan lain.
Bangun dan Jaga Jaringan Profesional
Menjaga hubungan baik dengan orang-orang dalam industri yang sama akan sangat membantu dalam menghadapi gelombang PHK. Peluang kerja sering kali datang dari koneksi yang sudah terjalin, bukan hanya dari lowongan yang diumumkan secara terbuka.
Karena itu, penting untuk tetap berkomunikasi dengan kolega, mentor, atau rekan kerja lama. Menghadiri seminar dan acara industri juga dapat memperluas jaringan serta membuka peluang baru, begitu pun dengan berpartisipasi dalam diskusi di media sosial dan forum profesional.
Tingkatkan Keterampilan
Persaingan di dunia kerja makin ketat, sehingga memiliki keterampilan yang terus diperbarui akan membantu Anda tetap relevan. Jangan hanya mengandalkan pengalaman kerja yang sudah ada, tetapi teruslah belajar dan mengikuti perkembangan industri.
Mengikuti kursus, membaca tren terbaru, serta memperhatikan keterampilan yang sedang banyak dicari bisa mendukung karier Anda. Selain keterampilan teknis, perkuat juga soft skills, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen konflik.
BACA JUGA: Magang vs Freelance, Mana Lebih Baik untuk Fresh Graduate Meniti Karier?
Bangun Ketahanan Finansial
Selain kesiapan profesional, ketahanan finansial juga penting dalam menghadapi ketidakpastian karier. Pastikan Anda memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi pengeluaran minimal enam hingga dua belas bulan ke depan.
Mengurangi utang, terutama yang berbunga tinggi, juga akan membantu meringankan beban finansial jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika mendapatkan bonus atau penghasilan tambahan, alokasikan sebagian besar untuk tabungan, bukan hanya pengeluaran konsumtif.
Tingkatkan Visibilitas di Tempat Kerja
Menjadi karyawan yang menonjol di perusahaan bisa menjadi faktor penting dalam menghadapi gelombang PHK. Ambil inisiatif untuk terlibat dalam proyek-proyek penting yang bisa menunjukkan kontribusi Anda.
Secara berkala, sampaikan pencapaian dan dampak kerja Anda kepada atasan agar keberadaan Anda lebih diakui. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan juga akan memberikan nilai tambah, karena mereka dapat menjadi pendukung Anda ketika perusahaan harus membuat keputusan terkait tenaga kerja.
Jaga Citra Profesional di Dunia Digital
Pada era digital, citra profesional tidak hanya ditentukan oleh performa di tempat kerja, tetapi juga oleh jejak digital yang Anda tinggalkan. Pastikan profil media sosial tetap bersih dan profesional, terutama jika digunakan untuk keperluan karier.
Berbagi artikel atau wawasan industri secara konsisten dapat meningkatkan kredibilitas Anda di bidang yang digeluti. Selain itu, berpartisipasi dalam diskusi profesional dan memberikan pandangan yang bernilai akan membantu memperkuat reputasi Anda di dunia kerja.
Editor: Ranto Rajagukguk