Automotive

Strategi Mengepung Konsumen dengan Informasi Ala MMKSI

Membeli mobil secara online memang masih belum jamak di negara ini. Tapi, bukan berarti para pemain di industri ini tidak menyiapkannya dari sekarang. Di sisi lain, menerapkan omnichannel pun tidak semata-mata fokus pada sisi penjualan saja.

Mengacu pada teori WOW! Marketing dari MarkPlus, Inc., saat ini ada lima tahapan dalam customer path, yakni Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. Ada kesempatan bagi merek untuk hadir secara omni di setiap tahapan konsumen tersebut. Sehingga, terbuka kesempatan bagi para pemain di industri otomotif untuk menerapkan strategi omnichannel selain penjualan.

Perlahan, tren melakukan pembelian produk otomotif secara online semakin terlihat, walaupun masih kecil porsinya. Tanda-tanda itu terang terlihat dalam riset Google bertajuk Year in Search: Insight for Brands 2018. Google menemukan berbagai fakta bahwa konsumen otomotif, khususnya pembeli mobil, semakin tergantung dengan internet.

Di antaranya, 78% pembeli mobil menemukan diler lewat pencarian di internet. Kemudian, 76% pembeli mobil mencari harga dan diskon di internet sebelum pergi ke diler. Bahkan, 60% konsumen yang sudah ada di diler masih tetap melakukan pencarian informasi di internet tentang mobil yang akan dibeli. Berdasarkan temuan Google itu, bisa kita asumsikan kendala orang membeli mobil lewat online semakin tipis.

Kehadiran merek secara omni ini pun disadari oleh Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai agen pemegang merek (APM) produk kendaraan penumpang dan kendaraan niaga ringan dari Mitsubishi. Sebagai APM, MMKSI memang tidak melakukan penjualan langsung ke konsumen. Namun, mereka memberi kebebasan kepada para diler untuk memasarkan produk ke konsumen secara online.

Omnichannel berkembang seiring dengan tren digital dan tidak dapat dihindari. Penting bagi kami untuk beradaptasi dengan tren yang berkembang, termasuk strategi omnichannel,” kata Aditya Wardani, Head of PR & CSR Dept. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.

Aditya menambahkan, saat ini MMKSI hadir di semua customer path. Sebut saja di tahapan Aware. Mereka mengenalkan produk lewat aktivitas public relations (PR) yang melibatkan berbagai media, baik cetak, digital, dan elektronik. Kemudian, ditopang juga dengan beriklan di berbagai media kanal.

Selanjutnya, ketika Appeal konsumen terwujud, MMKSI merespons lewat berbagai media sosial yang mereka punya. Diikuti dengan penawaran untuk mengikuti test drive ke calon pembeli yang ingin merasakan sensasi mengendarai produk-produk MMKSI.

Setelah merasakan berkendara dengan mobil keluaran Mitsubishi, konsumen biasanya ingin mencari tahu lebih dalam tentang produk yang akan mereka beli. Pada titik inilah MMKSI melakukan langkah antisipasi dengan memperbanyak informasi tentang produk-produknya di berbagai kanal, terutama digital. Hal ini mengikuti tren konsumen yang semakin webrooming dalam melakukan pencarian. Sehingga, produk-produk MMKSI pun diulas tuntas di kanal YouTube, Instagram, media massa digital, hingga berbagai forum otomotif.

Terkait dengan tren webrooming konsumen mobil saat ini, MMKSI tak lupa menyiapkan para sales untuk merespons pencarian konsumen di dunia online.  MMKSI memberi kebebasan bagi para sales untuk menawarkan produk secara online. “Kami tetap memantau dengan memberi himbauan ke salesman agar memberi informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Aditya.

Di antara semua tahapan, MMKSI melihat waktu pembelian atau Act adalah hal yang penting.  Mengapa? Sebab titik ini menjadi pembuktian strategi omnichannel yang telah dilakukan MMKSI di tahapan-tahapan sebelumnya. “Kami telah memberikan informasi yang detail dan komprehensif melalui promosi online, offline, maupun above-the-line (ATL). Sehingga, diharapkan masyarakat telah mendapatkan wawasan yang cukup sehingga dapat masuk ke tahap berikutnya, yaitu Act,” tambah Aditya.

Namun, Aditya menegaskan bahwa setiap tahapan pada customer path memiliki peran penting masing-masing.  Ia mencontohkan kegiatan kampanye pemasaran yang digelar pada tahun 2018 hingga awal tahun 2019 bertajuk Xpander Tons of Real Happiness. Ini merupakan bentuk kegiatan below-the-line (BTL) yang sepenuhnya melibatkan dukungan tools digital.

Kampanye yang digelar di sembilan kota di Indonesia ini menunjukkan segala keunggulan yang dimiliki oleh Xpander. Kendaraan ini diklaim sebagai satu-satunya mobil keluarga dengan fitur yang lengkap dan memiliki tenaga besar, sehingga mampu membawa berton-ton kebahagiaan kepada penggunanya. Pada kegiatan ATL ini, MMKSI mengundang masyarakat hadir di lokasi kegiatan. Salah satu cara masyarakat bisa masuk ke area lokasi adalah dengan mendaftarkan diri lewat website www.tonsofrealhappiness.com. Setelah itu, masyarakat akan mendapat pesan singkat yang bisa ditunjukkan di loket untuk ditukarkan dengan tiket masuk.

Setelah kampanye Xpander Tons of Real Happiness usai, MMKSI segera meluncurkan kampanye berikutnya, yakni #PilihXPANDERPinterBener. Serupa dengan kampanye sebelumnya, kampanye ini juga menggunakan pendekatan strategi 360’ promotion. Peluncuran kampanye dilakukan di media elektronik, menggelar kegiatan BTL di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, dan menayangkan web series #PilihXPANDERPinterBener sejak awal Juni 2019. “Selanjutnya, kami akan menyelenggarakan event #PilihXPANDERPinterBener di sejumlah kota di Indonesia,” tambahnya.

Sejauh ini, upaya omnichannel marketing yang telah dilakukan MMKSI terlihat hasilnya. Produk-produk MMKSI menjadi pemimpin pasar di kelasnya masing-masing. Paling fenomenal adalah Mitsubishi Xpander yang telah menembus penjualan lebih dari 100.000 unit dalam 18 bulan pertama sejak peluncuran. Tercepat dalam sejarah produk otomotif di Indonesia.








To Top