Lifestyle & Entertainment

Survei: Berat Badan Konsumen Asia Pasifik Naik Saat Natal dan Tahun Baru

Photo Credits: 123rf

Perusahaan nutrisi, Herbalife Nutrition merilis survei terbaru mereka terkait Kebiasaan Makan Saat Musim Liburan di Asia Pasifik 2019. Melibatkan 5.500 responden di Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam, hasil survei tersebut membuktikan, rata-rata berat badan konsumen Asia Pasifik naik setelah libur Natal dan Tahun Baru.

Filipina memiliki persentase konsumen terbesar yang memiliki kebiasaan makan lebih banyak di hari libur dibandingkan hari biasa (94%). Diikuti dengan Hong Kong (92%) dan Jepang (89%). Ketiga negara ini menduduki peringkat yang lebih tinggi dibandingkan persentase rata-rata di Asia Pasifik (86%).

Konsumen Filipina juga kurang terbiasa makan dengan sehat ketimbang biasanya (77%), dan menunda pola makan yang sehat (67%) dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik.

Tidak hanya di momen liburan, konsumen Filipina juga berada di posisi teratas dalam hal konsumsi makanan terbesar di momen perayaan Tahun Baru (94%), diikuti dengan Thailand (93%) di posisi kedua. Sementara, konsumen Indonesia dan Jepang memiliki persentase yang sama besar (88%).

“Natal dan Tahun Baru menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan menyantap makanan lezat. Namun, mereka cenderung mengabaikan target-target kebiasaan makan yang sehat dan kebugaran,” kata Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Herbalife Nutrition Asia Pacific di Hong Kong, Jumat (20/12/2019).

Demi menurunkan berat badan, lebih dari setengah (54%) konsumen Asia Pasifik akan makan lebih sehat, dan 46% di antaranya akan lebih sering berolahraga setelah liburan berakhir.

Terlepas dari upaya mereka, hampir satu dari empat orang (24%) konsumen Asia Pasifik tak mampu menurunkan berat badan yang diperoleh ketika musim liburan.

“Kami telah mengungkap beberapa tantangan terbesar yang dihadapi konsumen selama masa liburan agar mereka terbantu untuk mengenali kebiasaannya sendiri. Dengan demikian, mereka tetap fokus untuk mencapai target yan diinginkan,” tutur Stephen.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top