Retail & Property

Tahun Lalu, Laba Bersih Supra Boga Lestari Naik 32,6%, Apa Target 2019?

Industri ritel modern pada tahun 2018 terbilang masih belum terlalu bergairah lantaran hanya tumbuh 4,2% dibanding tahun sebelumnya. Namun begitu, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) berhasil meraih pertumbuhan di atas industri.

Tahun lalu, pendapatan bersih konsolidasian RANC mencapai Rp 2,36 triliun. Angka ini  tumbuh 7,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kemudian,  di tahun 2018 laba bersih konsolidasian juga meningkat 32,6%. Angkanya naik menjadi Rp 49,9 miliar dari Rp 37,7 miliar di tahun 2017.

“Pendapatan bersih dan laba bersih konsolidasian perusahaan tahun 2018 tersebut adalah masing-masing 102,4% dan 124,9%. Lebih tinggi dari target yang dicanangkan di awal tahun 2018. Pencapaian target tersebut mencatatkan kinerja positif Perusahaan sepanjang tahun 2018,” kata Meshvara Kanjaya, Direktur Utama PT Supra Boga Lestari Tbk., dalam  dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Public Expose, hari ini (24/05/2019) di Jakarta.

Ia menambahkan pencapaian ini merupakan hasil dari penerapan strategi yang tepat dalam menghadapi kondisi bisnis di tahun 2018. Pertengahan tahun 2018, nilai rupiah melemah yang disikapi oleh pemerintah dengan semakin memIerketat importasi guna menjaga nilai rupiah.

“Hal tersebut membuat kami harus semakin lebih kreatif untuk menyingkapi keragaman produk impor yang berkurang. Kami engantisipasi kondisi tersebut dengan semakin mencari produk pengganti dengan kualitas sama atau yang lebih baik dan dengan mengembangkan fresh product yang bernilai tambah,” jelas Meshvara

Tahun lalu, lanjutnya, RANC juga melakukan ekspansi pasar dengan menambah tiga gerai baru. Terdiri dari 1 Ranch Market di Gedung Arkadia dan 2 Farmers Market, Rawamangun dan Harapan Indah, Bekasi. Selain itu, juga melakukan renovasi signifikan pada 2 toko yaitu Ranch Market di Oakwood Jakarta dan Farmers Market di Sumarecon Mall Serpong. Renovasi di Farmers Market Sumarecon Mall Serpong merubah konsep toko menjadi konsep hybrid yang menggabungkan konsep supermarket, food & beverage termasuk ready to cook.

Bagaimana dengan tahun 2019? Meshvara mengatakan bahwa untuk tahun ini RANC memasang target pertumbuhan pendapatan bersih hingga 6% atau sekitar Rp 2,5 triliun. Kemudian, laba bersih juga dipatok naik sekitar 4% di angka Rp 52 miliar.

“Perusahaan juga akan menyepakati untuk mengalokasikan capital expenditure (Capex) hingga Rp 75 miliar. Dana ini akan kami gunakan untuk membangun 8 outlet baru dan melakukan renovasi 3 toko,” jelasnya.

Ia juga menambahkan capex akan digunakan untuk mengembangkan kekuatan teknologi RANC. Penguatan ini salah satunya untuk mendukung rencana masuk ke pasar luar Jawa. “Untuk omni channel kami juga sudah ada, hanya saja kontribusi dari online channel masih sekitar 4% dari total omset. Tapi, kami terus mempersiapkan diri menghadapi tren di dunia online ini,” jelasnya.

Hingga kuartal I 2019, lanjutnya, RANC  telah membukukan pendapatan sekitar Rp 588 miliar. Sedangkan laba bersih mencapai Rp 9 miliar. “Angka ini sudah melebihi dari target yang kami tetapkan,” pungkasnya.

Pada RUPS tersebut juga diputuskan bahwa RANC akan melakukan pembagian dividen tunai pada pemegang saham. Nilai total deviden yang akan dibayarkan  senilai Rp 10,9 miliar atau sebesar Rp 7 setiap saham.

 

MARKETEERS X








To Top