Tangkal Penipuan Daring, Tools for Humanity Lucurkan Alat Pembeda Manusia dan AI

Tools for Humanity, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) resmi meluncurkan produk terbarunya bertajuk Proof of Human. Alat ini dirancang khusus untuk melakukan verifikasi dengan membedakan penggunaan oleh manusia asli dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Teknologi ini juga diklaim bisa membedakaan penipuan dengn modus deepfake yang saat ini marak terjadi, terutama di industri jasa keuangan.
BACA JUGA: Deepfake Bakal Jadi Senjata Kejahatan Siber Paling Populer di Asia Pasifik
Alex Blania, Chief Executive Officer (CEO) Tools for Humanity dan salah satu pendiri World mengatakan teknologi ini bisa melindungi masyarakat dari pencurian identitas, dan ancaman digital lainnya, sekaligus mendukung visi Indonesia untuk ekonomi digital yang lebih aman dan inklusif.
World ID adalah inti dari inovasi ini, sebuah sistem verifikasi manusia yang mengonfirmasi identitas unik seseorang tanpa mengumpulkan atau menyimpan data pribadi. Verifikasi dilakukan dengan menggunakan Orb, sebuah perangkat baru yang dapat mendeteksi apakah seseorang merupakan manusia yang nyata atau bukan.
BACA JUGA: Privy: Ancaman Deepfake Video dengan Generated AI Kian Mengerikan
Proses verifikasi ini tidak memerlukan nama, alamat, nomor induk kependudukan, atau data pribadi lainnya. Hal ini menjadikannya sebuah terobosan dalam keamanan digital dengan tetap menjaga privasi seseorang.
“World didirikan berdasarkan prinsip anonimitas, keamanan, dan privasi. Hal ini juga memungkinkan partisipasi yang aman, inklusif, dan anonim dalam ekonomi digital global,” kata Alex dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Alex mengeklaim World hadir di Indonesia pada saat yang tepat. Pasalnya, penipuan daring yang memanfaatkan AI telah melonjak sebesar 1.550% sejak tahun 2022.
Selain itu, kasus pencurian identitas meningkat 25% pada tahun 2023, yang mengakibatkan kerugian ekonomi lebih dari Rp 500 miliar. Seiring dengan transformasi digital Indonesia yang terus berjalan, verifikasi identitas yang aman menjadi pilar penting.
“Dengan membawa World ke Indonesia, Tools for Humanity bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia dengan pengalaman dunia digital yang lebih aman dan terpercaya, mendukung agenda Indonesia dalam pengembangan AI dan ekonomi digital yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Wafa Taftazani, General Manager Tools for Humanity Indonesia menambahkan World berkomitmen untuk berkolaborasi dengan regulator, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman dan inklusif di Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen ini, World telah mulai bekerja sama dengan berbagai pihak di Tanah Air.
Hal ini termasuk kemitraan dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) untuk kompetisi esai AI berskala nasional. Selain itu, sedang berlangsung diskusi dengan Kantor Komunikasi Presiden untuk memastikan adanya keselarasan dengan strategi sistem privasi dan inisiatif digital Indonesia.
“Pemerintah Indonesia telah menetapkan visi besar untuk keamanan siber dan transformasi digital, dan World siap untuk berkontribusi dalam mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk