Bagaimana Teknologi Biometric Neuromarketing Membantu Industri Properti di Indonesia

profile photo reporter Ramadhan Triwijanarko
RamadhanTriwijanarko
19 April 2018
marketeers article
Tren pencarian properti terus membentuk pola baru. Bukan lagi asal memiliki hunian, konsumen, terutama milennial berusaha mencari tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhannya. Pun dengan para investor yang mencari properti investasi yang sesuai dengan perhitungan untung ruginya.
Rumah123 juga memperkenalkan teknologi biometric neuromarketing yang untuk pertama kalinya digunakan dalam industri properti di Indonesia. Teknologi ini memanfaatkan teknologi eye-tracking, sebuah proses mengukur gerakan mata untuk menentukan letak dan jenis informasi yang dilihat seseorang, urutan informasi, dan berapa lama pandangan mereka berada di tempat tertentu.
Menggunakan algoritma canggih, teknologi ini memungkinkan penggunanya mengukur posisi mata dan menentukan dengan tepat di mana fokusnya. Teknologi eye-tracking dapat menghasilkan insight dan perspektif baru mengenai perilaku konsumen yang tidak dapat diberikan oleh berbagai metode riset konvensional lain seperti survei, interview, bahkan FGD.
Menurut Ignatius Untung selaku Country General Manager Rumah123, penggunaan teknologi biometric ini mampu menjawab dengan lebih akurat terkait ‘misteri’ bagaimana pengambilan keputusan pembelian dilakukan. Metodologi ini juga diterapkan dalam ajang Rumah123.com Real Estate Awards 2018. Bagi Untung, metode ini dapat memperkuat kredibilitas awards ini sebagai penghargaan yang bebas kepentingan dan objective.
“Kami mengundang beberapa responden untuk menjadi partisipan sebagai property seeker. Responden diperlihatkan beberapa template gambar brosur properti dari laptop yang sudah dihubungkan dengan teknologi eye-tracking untuk kemudian direkam dan dianalisis,” ujar Untung.
Setelah itu, konsumen akan diberikan beberapa pertanyaan kuantitatif terkait gambar-gambar tersebut untuk mendapatkan insight yang lebih dalam. “Aspek yang akan diukur di antaranya project awareness, quality perception, price perception, favorability, dan project interest. Project dengan skor tertinggi di setiap indikator tersebutlah pemenangnya.”
Berdasarkan ilmu neuroscience dan behavioral science ditemukan fakta bahwa kebanyakan manusia mengambil keputusan pembelian secara irrational dengan bantuan subconscious mind. Ada banyak hal yang di luar dugaan sebelumnya, ternyata menjadi pertimbangan konsumen saat menentukan properti pilihannya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related