Telkomsel Siapkan Jaringan dan Teknologi AI Hadapi Lonjakan Trafik Ramadan 2025

marketeers article
Telkomsel Siapkan Jaringan dan Teknologi AI Hadapi Lonjakan Trafik Ramadan 2025 (FOTO: Marketeers/Bernad)

PT Telkomsel memperkuat infrastruktur jaringan dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan layanan digital selama Ramadan dan Idulfitri 2025.

VP Global Network Operations Telkomsel Juanita Erawati memaparkan persiapan ini mencakup perluasan jaringan 5G, peningkatan kapasitas layanan, hingga pemantauan kualitas jaringan di titik keramaian.

Berdasarkan data yang diungkapkan Juanita, layanan data diproyeksikan naik 13,2% dibanding hari biasa, dengan puncak trafik mencapai 69,1 petabyte. Sementara itu, layanan SMS meningkat 0,5% atau setara 11,7 juta transaksi, meski layanan suara mengalami penurunan 1,9%.

Di sektor digital, penggunaan media sosial naik 7%, video streaming melonjak 14%, dan online gaming meroket 51%. Provinsi dengan kenaikan tertinggi adalah Jawa Tengah (43%), disusul Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Lonjakan ini terutama terjadi di titik keramaian seperti mal, bandara, rest area, dan tempat ibadah. Kami menggunakan AI untuk menganalisis data historis dan menentukan 476 Point of Interest (POI) yang perlu diprioritaskan,” ujar Juanita saat konferensi pers di kantor Telkomsel, Jakarta, Selasa (11/3/2025).

POI tersebut terdiri atas 320 area khusus (mal, alun-alun), 54 lokasi transportasi, 45 jalur mudik, 35 kawasan permukiman padat, dan 22 tempat ibadah.

BACA JUGA: Lengkapi Ekosistem Produk, Telkomsel Hadirkan IndiHome SMART Camera

Untuk memastikan konektivitas optimal, Telkomsel menambah jumlah BTS 5G menjadi 2.200 unit yang tersebar di 56 kota/kabupaten. Jaringan ini didukung oleh lebih dari 230.000 BTS 4G/LTE yang menjangkau 97% wilayah populasi Indonesia.

Selain itu, perusahaan melakukan Drive Test sepanjang 17.537 km meliputi jalur mudik utama, jalan tol baru (seperti Tol Klaten-Prambanan), jalur kereta cepat Whoosh, dan penyeberangan laut.

Drive Test ini bertujuan memastikan kualitas sinyal dan cakupan jaringan di semua rute penting. Kami juga menambah kapasitas jaringan fixed broadband seperti IndiHome untuk mendukung kebutuhan rumah tangga,” ucap Juanita.

Telkomsel mengandalkan sistem Vital Intelligent System and Integrated Operation Nexus (VISION) berbasis AI dan machine learning untuk memantau jaringan secara real-time. Sistem ini terintegrasi dengan layanan pelanggan, customer service, dan operasional back-end.

Sebanyak 12 posko operasional didirikan di wilayah regional seperti Surabaya dan Medan, dilengkapi dashboard pemantauan dan tim siaga 24 jam dari 26 Maret hingga 8 April 2025.

“Posko ini bukan hanya untuk penjualan, tetapi fokus pada pemantauan jaringan dan penanganan gangguan. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, yang sekarang menjadi Diskomdigi, untuk mengamankan infrastruktur di 20 lokasi strategis,” ujar Juanita.

Selain persiapan teknis, Telkomsel meningkatkan kapasitas layanan pelanggan dengan menambah 200 juta kuota untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Pihaknya juga memastikan kapasitas core network dan IPTV cukup untuk menampung lonjakan pengguna selama masa liburan.

“Kami berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan, baik saat beribadah, mudik, maupun beraktivitas digital. Semua persiapan ini dilakukan agar jaringan tetap stabil meski trafik melonjak signifikan,” tutur Juanita.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS