Finance

Terkendala Modal? Ini Empat Alternatif Permodalan bagi UKM

Photo Credits: 123rf

Masalah permodalan tak dipungkiri kerap menjadi momok yang menghadang perkembangan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM). Padahal, dari lembaga konvensional hingga institusi teknologi keuangan terbaru kini menyiapkan berbagai kemudahan pinjaman modal bagi pelaku UKM.

Marketeers merangkum empat dari sekian alternatif permodalan bagi UKM yang bisa dipilih. Apa saja?

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

KUR menjadi opsi pertama yang bisa dipilih UKM sebagai jawaban atas permasalahan modal. Jenis bantuan permodalan ini cocok bagi UKM yang mencari pinjaman dengan bunga terjangkau, namun tidak memiliki jaminan yang cukup.

Program pembiayaan pemerintah ini ditujukan untuk membantu UKM memperoleh akses permodalan dari lembaga keuangan (swasta atau pemerintah). Syaratnya, bisnis tersebut merupakan bisnis berkelanjutan yang belum dapat mengakses layanan perbankan.

Jumlah pinjaman yang diberikan bervariasi untuk setiap pelaku bisnis. Menilik Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia No. 11 Tahun 2017, KUR dapat memberikan bantuan permodalan hingga Rp 500 juta dengan tiket bunga yang cenderung lebih rendah (7% per tahun).

Selain memberikan pinjaman dengan bunga rendah, KUR juga menyediakan subsidi antara 5,5%-14% dari jumlah pinjaman yang diberikan (sudah termasuk biaya imbal jasa penjaminan dan penagihan).

Pinjaman dari Bank

Alternatif kedua yang dapat dimanfaatkan pelaku UKM adalah pinjaman multiguna atau Kredit Tanpa Agunan (KTA). KTA dapat menjadi pilihan tepat bagi pelaku bisnis yang tidak memiliki jaminan bisnis tetapi dianggap memenuhi syarat oleh lembaga perbankan.

Pasalnya, KTA memiliki risiko yang ringan bagi pihak peminjam. Modal yang ditawarkan bank bisa mencapai nominal kecil (kurang dari Rp 300 juta) dengan tingkat bunga yang lebih tinggi.

Untuk itu, peminjam disarankan mengambil jangka waktu pinjaman yang lebih pendek. Opsi pinjaman ini cocok bagi calon pengusaha yang mencari jumlah pinjaman yang tidak besar dan cukup untuk menopang bisnis atau memulai proyek mereka.

Layanan Peer-to-Peer (P2P) Lending

P2P menjadi solusi lain yang bisa dipilih pelaku UKM. Namun, pastikan peminjam memilih P2P yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini penting untuk memastikan keamanan program karena perusahaan penyedia layanan P2P memiliki tingkat bunga yang relatif lebih tinggi, mencapai nilai maksimum 0,8% per hari.

P2P bekerja dengan menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman melalui layanan online. OJK juga mendorong perusahaan penyedia layanan P2P mengucurkan 20% dana mereka ke sektor produktif.

Mengingat, jumlah pengeluaran per akun yang tinggi (mencapai Rp 2 miliar), layanan ini dapat menjadi opsi yang tepat bagi mereka yang membutuhkan jumlah kredit tinggi tetapi dapat mengembalikannya dalam waktu singkat.

Platform Teknologi Lain

Selain pinjaman P2P, beberapa marketplace juga menawarkan bantuan keuangan bagi pedagang mereka. Zilingo misalnya, memperluas cabang B2B untuk memberikan solusi bagi semua skala bisnis.

“Keuntungan bagi bisnis yang menggunakan layanan finansial terintegrasi dari Zilingo adalah kemudahan untuk mengajukan pinjaman. Sebab, platform kami sudah memiliki rekam jejak transaksi yang dapat digunakan sebagai poin pendukung tambahan bagi mitra untuk dipertimbangkan. Zilingo juga akan membantu menyarankan pedagang untuk memilih pinjaman terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bisnis mereka,” terang Ade Yuanda Saragih, VP and Country Head Zilingo dalam keterangan resmi kepada Marketeers.

Melalui layanan solusi bisnis ini, Zilingo bermitra dengan berbagai lembaga keuangan seperti penyedia layanan P2P, bank, dan perusahaan multi-finance untuk menawarkan bantuan keuangan kepada para pedagang Zilingo.

“Zilingo percaya bahwa semua bisnis, apapun ukurannya, dapat mengembangkan bisnis mereka dan bahwa setiap label fesyen, baik besar atau kecil, harus memiliki peluang yang sama. Kami berharap lini bisnis B2B dari Zilingo dapat membantu semua pedagang memperoleh dana untuk mengembangkan bisnis mereka dan mencapai kesuksesan,” ujar Ade.

MARKETEERS X








To Top