Technology

Tiga Dampak Aplikasi Facebook Pada Hidup Sosial Ekonomi

Facebook berkolaborasi dengan Pricewaterhousecooper (PwC) baru saja merilis hasil penelitiannya bertajuk “Connecting Indonesia: Facebook Social and Economic Impact in Indonesia.” Studi ini melibatkan 1.200 individu, 1.033 entitas bisnis, 565 organisasi dan komunitas, serta 410 aparatur sipil negara di 34 provinsi di Indonesia.

Menurut Ruben Hattari, Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia, studi ini memperlihatkan cepatnya pertumbuhan konektivitas dan adopsi perangkat mobile di Indonesia. Hal ini mendorong perubahan perilaku dan aspirasi masyarakat.

“Salah satu temuannya, 98% masyarakat Indonesia menggunakan minimal satu dari seluruh aplikasi Facebook. Kemudian hal ini memunculkan beragam interaksi dan peluang baru bagi komunitas, pelaku usaha dan pemerintah,” ujar Ruben.

Studi tersebut menemukan dampak ekonomi Facebook di tiga wilayah dominan, yakni bisnis, individu dan komunitas, serta pemerintah. Untuk sektor bisnis, studi ini menunjukkan 50% dari seluruh pelaku usaha yang disurvei memulai usahanya melalui aplikasi-aplikasi Facebook. Yang dimaksud aplikasi ini adalah WhatsApp, Instagram, maupun Facebook itu sendiri.

“Studi ini juga mematahkan mitos bahwa online bakal menggusur offline. Nyatanya, 89% para pelaku usaha offline yang disurvei mengatakan mereka menggunakan aplikasi-aplikasi Facebook utnuk mengembangkan usaha offline mereka. Platform online tidak menggantikan, tetapi melengkapi dan mendukung,” kata Ruben.

Di tingkat individu, 82% responden mengaku mereka dapat berinteraksi dengan teman dan anggota keluarga dengan lebih efektif dan efisien melalui aplikasi-aplikasi Facebook. Platform ini, sambung Ruben, juga membantu mereka meningkatkan keterampian: 79% keterampilan digital, 75% kemampuan literasi, 73% keterampilan bahasa, 69% keterampilan vokasi, dan 69% keterampilan vokasional.

Sementara, bagi para pengelola komunitas, aplikasi-aplikasi tersebut telah membantu mereka untuk saling berinteraksi antaranggota (97%) sekaligus menambah anggota baru untuk bergabung ke dalam komunitas dan organisasi (87%).

Di tingkat pemerintahan, aplikasi-aplikasi Facebook di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk mendukung komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. Ada 95% ASN yang disurvei mengatakan aplikasi tersebut memudahkan mereka menjangkau masyarakat. Sementara, 67% mengatakan mereka menggunakannya untuk memantau sentimen dari masyarakat, dan 88% untuk menerima dan menjawab masukan dari mereka.

“Pada dasarnya, Facebook ada di Indonesia untuk mendukung semua orang di Indonesia menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Ruben.

 








To Top