Opinion

Tiga Strategi Kepemimpinan Kala Pandemi

PHOTO CREDIT: 123RF

Pandemi menyebabkan situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Di situasi seperti ini kemudian kepemimpinan perusahaan diuji. Karena itu, sangat penting sekali bagi direktur, manajer, dan pemiliki perusahaan untuk dapat memiliki strategi kepemimpinan yang baik.

“Di saat seperti ini, karyawan sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki strategi yang baik. Tantangannya adalah pemimpin harus dapat mengambil keputusan secara cepat, memberikan kepastian, serta memiliki strategi yang jelas secara step-by-step,” ujar Ben Abadi, Founder dan CEO BEN ABADI Rapid Profit, dalam acara Ramadhan Iftar Jama’i Surviving Together yang diadakan oleh inHarmony Clinic, pada Rabu (13/05/2020).

Berikut beberapa strategi kepemimpinan yang dapat diaplikasi saat pandemi COVID-19

Motivasi untuk tim

Selama masa work from home, tidak jarang karyawan merasa kehilangan arah dalam bekerja. Bahkan beberapa ada yang memiliki masalah kesehatan mental, seperti mengalami frustasi dan rasa cemas berlebih karena harus tetap berada di rumah selama pandemi. Di satu sisi, mereka diharuskan untuk tetap dapat produktif. Pemimpin kemudian perlu untuk memberikan motivasi bagi karyawannya.

“Kalau memang tidak dapat bertemu kita bisa mengakalinya dengan virtual meeting. Manajer juga memerlukan sifat kepemimpinan yang cukup kuat karena merupakan ujung tombak perusahaan untuk tetap produktif,” jelas Ben.

Ben juga menganjurkan agar para pemimpin perusahaan untuk tetap positif dan kuat di masa pandemi dan mendorong karyawan untuk berhenti mengkonsumsi konten-konten negatif melalui sosial media. Karena mengkonsumsi konten negatif juga akan berpengaruh pada imunitas tubuh.

Membangun team work

Setelah memberikan motivasi, pemimpin juga perlu kembali membangun kerja sama tim. Bagaimana caranya? Dengan melibatkan para karyawan dan memberitahu kondisi sebenarnya mengenai situasi di perusahaan.

Menurut Ben, satu yang pasti di tengah ketidakpastian saat ini adalah efisiensi. Efisiensi tentu sangat variatif bagi setiap perusahaan, entah itu dari segi gaji, fasilitas, dan sebagainya. Salah satu strategi untuk mengalahkan krisis adalah dengan melakukan efisiensi.

“Efisiensi adalah kunci. Pemimpin kemudian perlu melakukan segala cara agar perusahaan dapat melewati masa krisis. Dan, karyawan harus dapat memahami kondisi perusahaan. Pemimpin kemudian juga perlu memiliki kemampuan untuk membangun empati bagi para karyawan,” jelas Ben.

Menentukan tujuan baru

Adanya COVID-19 menuntut perusahaan untuk dapat membuat tujuan baru. Beberapa rencana sebelum pandemi menjadi sudah tidak relevan. Sebagai contoh, mungkin tujuan perusahan sebelum pandemi adalah growth. Namun setelah pandemi, karena berbagai hal, tujuan menjadi stabilitas perusahaan.

“Banyak sekali industri yang terpengaruh karena pandemi COVID-19. Kalau perusahaan terpengaruh sangat buruk, tujuan pun dapat berubah. Yang tadinya perusahaan ingin meningkatkan growth, bisa jadi berubah yaitu mempertahankan cash flow,” kata Ben.

Ramadan Iftar Jama’i merupakan acara yang digagas oleh inHarmony Clinic setiap tahunnya di bulan Ramadan. inHarmony Clinic merupakan klinik yang berfokus untuk menyebarluaskan vaksinasi baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

Anda bisa mengunjungi web berikut untuk informasi lebih lanjut https://www.klinikvaksinasi.com/

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top