Automotive

Tiga Tahun di Indonesia, Carsome Ingin Dobrak Pangsa Pasar

Hadir di Indonesia sejak tahun 2016 membuat Carsome memiliki perspektif tersendiri terkait pasar mobil seken di Indonesia. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh konsumen ketika ingin menjual mobil adalah permasalahan waktu.

Tidak semua mobil bisa laku dengan cepat. Oleh sebabnya, Carsome berupaya menghadirkan solusi yang sekiranya bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Selain masalah waktu, permasalahan lainnya adalah nilai jual mobil yang turun rendah. Banyak konsumen yang tidak bisa mendapatkan mobilnya dijual dengan harga yang sesuai. Terlebih banyak transaksi yang memakan biaya-biaya tersembunyi yang memberatkan baik penjual dan pembeli.

Namun, Carsome tetap optimistis dengan kondisi pasar di Indonesia. Disampaikan oleh Co-Founder dan CEO Carsome Eric Cheng bahwa potensi pasar masih sangat besar. “Di Indonesia pangsa pasar Carsome masih berada di bawah 1%. Kami ingin di tahun 2020 besok pangsa pasar kami sudah berada di angka 1%,” terangnya saat konferensi pers, hari ini (17/12/2019).

Sebagai catatan, di Indonesia diperkirakan dalam setahun ada 1,6 juta mobil seken diperjualbelikan. Dan, masih banyak juga yang menggunakan metode konvensional dalam hal proses jual beli mobil seken.

Terkait dengan pasar mobil seken, menurut Eric baik di Indonesia dan negara operasional Carsome, saat ini mobil jenis SUV merupakan tipe mobil yang paling banyak diminati.

Baru-baru ini Carsome meraih pendanaan untuk Seri C senilai US$ 50 juta. Pendanaan berasal dari investor MUFG Innovation Partners (MUIP), Daiwa PI Partners, Endeavour Catalyst, dan Ondine Capital. Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat posisi pasar Carsome di Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

 

MARKETEERS X








To Top