Retail & Property

Tren Conversational Commerce, Jangan Remehkan Fitur Chat

Menurut penelitian Facebook, fitur berkomunikasi melalui chatting cukup penting dalam proses pembelian konsumen, khususnya di platform e-commerce. Penelitian bersama Boston Consulting Group ini menunjukkan 91% masyarakat Indonesia yang disurvei berminat untuk terus berbelanja dan bahkan meningkatkan nilai transaksi belanja melalui conversational commerce di masa mendatang.

Conversational Commerce merupakan perilaku dinamis konsumen yang melibatkan percakapan antara dua pihak, khususnya pedagang dan calon pembeli. Studi yang melibatkan 1.112 responden ini menyatakan 43% responden mengaku chat menjadi hal pertama yang mereka lakukan sebelum memutuskan untuk berbelanja online. Bahkan, 94% responden mengatakan mereka kemungkinan besar akan membeli produk dari penjual yang mereka hubungi melalui fitur chat.

“Orang Indonesia akan cenderung membeli produk di lapak yang bisa dihubungi dengan chat. Bahkan, menurut penelitian, konsumen cenderung membeli produk dari pedagang yang membalas chat paling cepat. Mereka melakukan percakapan untuk menanyakan stok, jaminan, harga, hingga kualitas,” kata Sarita Singh, Direktur Grup Bisnis Blobal untuk Facebook di Asia Tenggara dan Negara Berkembang.

Riset menyebut, 61% responden mengatakan mereka melakukan percakapan dengan para penjual untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai produk atau harga. Lalu, 37% responden mengatakan mereka melakukan percakapan di chat untuk mendapatkan respons yang cepat. Mereka juga mengatakan chat penting karena percata pada merek atau penjual untuk menawar harga. Sementara, 26% mengatakan mereka melakukan percakapan untuk memeroleh saran. Temuan menarik lainnya, 52% responden merasa nyaman untuk melakukan percakapan dengan bot untuk melakukan transaksi.

Terkait produk yang dibeli, kategori pakaian, produk perawatan pribadi, dan layanan pengataran makanan mendominasi percakapan melalui chat tersebut. “Ingat, membangun relasi menjadi hal terpenting di era sekarang ini. Untuk membangun relasi, percakapan menjadi salah satu caranya. Sebab itu, conversational commerce ini sebaiknya diperhatikan oleh para pebisnis mengingat kekuatannya dalam mendorong pembelian,” pungkas Sarita.

 








To Top