Retail & Property

Utomodeck: Konsep Integrated Safety untuk Tekan Kecelakaan Kerja di Ketinggian

Pada tahun 2018, angka kecelakaan kerja meningkat sebanyak 40% dari tahun sebelumnya. Salah satu jenis kecelakaan yang mendominasi adalah jatuh dari ketinggian. Kasus seperti ini biasa terjadi saat tahap konstruksi dan juga tahap perawatan suatu bangunan.

Padahal, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor  9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bekerja di Ketinggian. Permen ini untuk mendorong peningkatan partisipasi para pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek K3 bekerja di ketinggian dan melakukan tindakan pencegahan maupun perbaikan.

Hanya saja, penerapan peraturan ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Di sisi lain, arsitektural bangunan yang kian unik juga membawa tantangan tersendiri dalam pemeliharaan bangunan atau konstruksi.

“Hal ini mendorong Utomodeck untuk memberikan solusi pada konstruksi atap yang aman. Solusi ini sesuai dengan amanat dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 19 Tahun 2016 tentang kegiatan yang berisiko kejatuhan,” kata Anthony Utomo, Managing Director PT Utomodeck Metal Works, dalam keterangan medianya.

Saat ini, lanjutnya, Utomodeck yang memiliki bisnis unit, di antaranya atap dan dinding metal, structural solutions, PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) memberikan solusi untuk sarana sistem pendukung dengan pengaman kejatuhan permanen di atas bangunan atau lazimnya dikenal dengan konsep Fall Protection System.

Solusi ini terus ditawarkan oleh Utomodeck bersama mitra prinsipalnya MSA Latchways. Di antaranya menggelar capacity building dengan menghadirkan tenaga ahli pengaman kejatuhan kelas dunia yakni  Andrew Pass dari Inggris.  Konsep Design for Safety menjadi tema yang diangkat dalam acara tersebut. Dalam konsep tersebut pengembang, arsitek maupun regulator telah memperhitungkan aspek K3  sejak tahap perencanaan sebuah bangunan.

Untuk mendukung konsep Design for Safety, Utomodeck memperkenalkan produk engineered lifeline system. Produk ini  dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan akses serta keamanan pada pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja jatuh dari ketinggian.

“Aplikasi studi kasus desain ini telah diterapkan di berbagai bangunan dengan arsitektural yang unik di Indonesia seperti Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Stasiun Layang MRT Jakarta, Stasiun LRT Jakarta, Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati serta berbagai bangunan industri  lainya,” tambah Anthony.








To Top