Vaksinasi Meningkat, Tahun 2022 Okupansi Pusat Perbelanjaan Bisa Tembus 90%

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
08 Desember 2021
marketeers article
Lima, Peru December 30, 2016: View of the Larcomar shopping mall in Miraflores district during the sunset
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan jumlah pengunjung mal bisa menyentuh angka 80% hingga 90% pada tahun 2022. Pasalnya, tingkat vaksinasi COVID-19 yang ditargetkan pemerintah telah mencapai target 70% dari total populasi penduduk.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, sejak bulan Agustus hingga sekarang tren kunjungan terus menunjukkan perbaikan. Tercatat, hingga bulan November 2021 jumlahnya mencapai 60% dibandingkan dengan kondisi normal sebelum merebaknya pandemi COVID-19. Dia berharap, momentum ini dapat terjaga terus, sehingga tidak ada gelombang ketiga penyebaran wabah yang menyebabkan aktivitas ekonomi kembali ditutup.
“Posisi tingkat kunjungan mal sampai akhir November lalu adalah 60%, kami memperkirakan sampai akhir tahun ini bisa 70%. Mudah-mudahan di tahun 2022 bisa sampai 80 hingga 90%, karena kami memperkirakan sampai semester I kondisi masih belum pulih 100% lantaran memang pemerintah menargetkan 70% populasi vaksinasinya selesai di Maret atau April. Jadi kami di dalam business plan baru full speed di semester II,” ujar Alphonzus dalam acara MarkPlus Conference 2022 secara virtual, Rabu (8/12/2021).
Menurutnya, kondisi pusat perbelanjaan saat ini terus menunjukkan tren positif dari segala sisi. Mulai dari tingkat penjualan, tingkat kunjungan hingga ekspansi bisnis. Bahkan, sekarang masih banyak pengusaha yang membangun mal-mal baru di kota besar.
Alphonzus menyebut, selama merebaknya wabah para pengusaha masih wait and see perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah dalam menangani wabah. Sebab, kerap kali kebijakan pemerintah berubah dalam waktu yang singkat. Kondisi tersebut diperburuk dengan tidak sinkronnya kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kalau menurut kami lebih baik pandemi ditangani oleh pemerintah pusat supaya pengendalian menjadi seragam karena kalau diserahkan ke daerah, kebijakannya bisa berbeda-beda. Contohnya, di aglomerasi Jabodetabek kalau diserahkan ke masing-masing daerah akhirnya tidak singkron kebijakannya,” ujarnya.
Mal Outdoor Jadi Tren
Lebih lanjut, Alphonzus mengungkapkan, pada tahun 2022 terjadi perubahan model bisnis retail dan pusat pusat perbelanjaan. Mal yang mengusung konsep outdoor akan menjamur di semua daerah, bahkan negara. Salah satunya, di Amerika Serikat (AS) yang telah banyak peralihan dari mal indoor menjadi outdoor.
Dia menyebut, konsep seperti itu juga akan diadopsi oleh pengembang-pengembang di Indonesia. Hal ini mempertimbangkan pula permintaan pengunjung yang merasa lebih aman berbelanja di mal yang outdoor dibandingkan indoor.
“Jadi, sekarang selama pandemi beberapa mal yang sudah memiliki konsep outdoor ataupun semi outdoor memiliki tingkat kunjungan yang tinggi jadi itu yang terjadi saat ini dan akan menjadi tren di tahun 2022 mendatang. Para pengembang atau developer akan membangun dengan konsep-konsep semi outdoor,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related