Consumer Goods

Waspada! Kulit Kering Mengintai Pengguna Masker dan Hand Sanitizer Berlebih

Ilustrasi: 123RF

Kebiasaan baik mencuci tangan dan menggunakan masker, ternyata membawa dampak pada kulit.  Salah satu menyebabkan kulit kita menjadi kering. Padahal, kulit sebagai penghalang masuknya benda asing termasuk virus yang harus dijaga kesehatan dan kelembapannya. Terlebih saat pandemi COVID-19.

Dokter Spesialis Kulit – Dermatologi Kosmetik dr. Lilik Norawati, Sp.KK, FINSDV, FAADVmengatakan, kulit kering tidak bisa diabaikan. Kulit kering bisa membuat Anda lebih rentan terhadap bakteri atau infeksi. Pasalnya, jika tingkat kelembapannya berkurang, bisa membuat kulit menjadi mudah pecah-pecah. Terlebih, bisa menciptakan jalan masuk bagi mikro organisme seperti bakteri, virus, jamur yang selanjutnya dapat menimbulkan masalah baru pada kulit.

Kulit tangan juga dapat mengalami iritasi akibat penggunaan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol. Kondisi ini juga dapat menyebabkan dermatitis atau eksim berkepanjangan. Bila kulit tangan mengalami infeksi atau eksim, tentu akan mengganggu fungsi tangan dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

“Berdasarkan pengalaman saya menangani pasien selama pandemi COVID-19, ternyata masalah kulit timbul tidak hanya akibat sering mencuci tangan atau penggunaan hand sanitizer yang berlebihan atau terlalu sering. Tetapi juga terjadi akibat penggunaan masker dalam jangka waktu lama,” kata Lilik.

Tidak hanya orang dewasa, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Sayangnya, tak sedikit orangtua atau ibu yang tidak paham akan kandungan bahan aktif pada hand sanitizer.  Sebab, tidak semua produk hand sanitizer cocok untuk anak. 

Jika kandungannya tidak cocok pada kulit anak, terutama pada anak yang peka dan alergi, lapisan lemak kulit luar akan terganggu. Akibatnya, metabolisme pertahanan kulit tubuh akan berkurang, sehingga menyebabkan virus, bakteri, atau jamur mudah masuk, yang pada akhirnya dapat berujung pada eksim. 

Ada tiga langkah yang harus dilakukan dalam melakukan perawatan kulit anak, yakni membersihkan, melembapkan, dan melindungi. Pada proses pembersihan,  dapat dilakukan dengan mandi menggunakan sabun dan suhu air yang tidak terlalu panas ketika memandikan anak, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir, ketika anak sudah selesai dan bersentuhan dengan mainan. Kalau perlu, mainan yang akan dimainkan anak, dicuci terlebih dahulu.

Selanjutnya, pada proses melembabkan, orangtua dapat memberikan pelembap pada seluruh tubuh, termasuk tangan dan kaki anak, setelah selesai mereka mandi dengan sabun (boleh juga menggunakan sabun yang mengandung pelembap. Pelembap yang bisa diberikan ke anak selesai mereka mandi adalah pelembap jenis lotion. Pemakaian pelembap ini juga bisa digunakan ketika anak terpaksa harus menggunakan hand sanitizer karena mereka sedang ke luar rumah, ke rumah sakit untuk imunisasi misalnya.

Sama seperti anak-anak, untuk mengatasi kulit kering, pada orang dewasa pun, harus rajin menggunakan pelembap. Lilik menyarankan, setelah mencuci tangan, langsung menggunakan pelembap.

Begitu pula bagi mereka yang menggunakan masker dalam jangka waktu lama dan sering. Gunakan pelembap sebelum menggunakan masker. Untuk kulit wajah berminyak, bisa menggunakan pelembap yang jenis lotion. Sedangkan untuk kulit yang kering, bisa menggunakan pelembap yang jenisnya cream.

Contoh pelembap yang dapat memperbaiki barrier kulit adalah pelembap dengan kandungan Pseudo-Ceramide. Pseudo-Ceramide mempunyai kemampuan untuk memproteksi kulit dan membantu memperbaiki barrier kulit yang rusak akibat pencucian yang sering.

Pelembap dengan kandungan Pseudo-Ceramide membantu membangun struktur lipid yang ada pada lapisan kulit. Didukung oleh teknologi MLE® (Multi-Lamellar Emulsion), menjadikannya sama persis seperti struktur tiga dimensi pelindung kulit yang ada pada manusia.

“Teknologi ini menghasilkan pelembap yang dapat menjadi solusi ideal untuk memperbaiki pelindung kulit pada kondisi kulit kering dan sensitive,” ujar VP Marketing Healthcare SOHO Global Health Sylvia A. Rizal.

Untuk mengembangkan terapi yang fokus pada kesehatan dan perawatan kulit (skin care), SOHO bekerja sama dengan NeoPharm Co. Ltd, Korea. NeoPharm Co. Ltd memiliki kemampuan penguasaan teknologi skin care. Mereka juga memiliki pemahaman konsumen yang sangat baik sehingga produknya menjadi market leader di Korea, terutama untuk sensitive skincare market.

Lisensi NeoPharm Co. Ltd diberikan kepada SOHO Global Health untuk memasarkan produk pelembap dengan kandungan Pseudo-Ceramidemelalui brand NOROID. Noroid dengan kandungan Pseudo-Ceramide dan teknologi MLE® yang telah dipatenkan.

“Produk ini mampu menjawab permasalahan untuk kondisi kulit kering dan sensitif dengan formulasi yang dibuat sama seperti struktur alami pada kulit manusia,” tutup Sylvia.

MARKETEERS X








To Top