Government & Public Services

World Class Destination, Status Labuan Bajo Kini

Photo Credits: YouTube/ Gian Carlo Binti

Usai memperoleh status sebagai World Class Destination, Labuan Bajo pun mendapat perhatian lebih di mata dunia. Pengembangan dilakukan secara masif guna menunjang kenyamanan wisatawan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah memberikan perhatian khusus dalam membangun destinasi Labuan Bajo yang menjadi salah satu dari empat besar Destinasi Superprioritas selain Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika.

“Komitmen besar diperlihatkan Presiden Jokowi terhadap Labuan Bajo. Setelah berubah status, maka kawasan ini akan mengalami pengembangan yang luar biasa,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Rabu (20/06/2018).

Labuan Bajo sendiri telah ditetapkan menjadi Badan Otoritas Pariwisata (BOP). Perubahan status ini didasarkan kepada Perpres BOP Labuan Bajo Flores, Nomor 32, Tahun 2018, Tanggal 5 April 2018. Kebijakan itu juga menguatkan status Labuan Bajo sebagai destinasi bagi peserta Annual Meeting IMF-World Bank, Oktober nanti.

Seiring dengan penetapan itu, program percepatan pembanguan kawasan pun digulirkan. Paket besar ini dirilis melalui ‘Quick Wins’.

“Program Quick Wins terdiri dari tujuh paket. Pengembangannya terdiri dari pembangunan pedestrian di Jalan Soekarno Hatta. Ada juga pembangunan pusat wisata kuliner di Kampung Ujung, lalu pengembangan RTH di Kampung Air. Kawasan ini juga sebelumnya digunakan sebagai Sail Komodo,” terang Menpar.

Mengupayakan kemudahan aksesibilitas, jembatan penghubung Kampung Air dengan Bukit Pramuka akan dibangun. Mobilitas wisatawan dijamin semakin mudah dengan pembangunan sepuluh ruas jalan. Selain darat, akses laut juga dikuatkan. Nantinya, ada 20 titik mooring buoy yang akan dipasang di Taman Nasional Komodo.

Tidak hanya itu, program pengelolaan sampah terpadu juga didirikan untuk mengurai tekanan terhadap lingkungan. Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pusat daur ulang sampah ramah lingkungan akan didirikan. Selain itu, ada juga pendampingan pengelolaan sampah di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Ada juga pembangunan model pengelolaan sampah Pulau Messa plus pengadaan kapalnya.

Target ‘Quick Wins’ juga menyasar akses udara. Bandara Komodo segera di-upgrade menjadi Bandara Internasional. Saat ini proses lelang calon pengelola Bandara Komodo sedang dilakukan. Demi mempercepat proses realisasi, pengembangan fasilitas dasar bandara dikebut tahun ini. Ada fasilitas navigasi, perkerasan runway, dan perbaikan apron.

“Ada banyak aspek yang akan dikembangkan. Intinya semakin memudahkan pergerakan dan mobilitas wisatawan. Dengan begitu, arus masuk wisatawan akan semakin besar,” ujar Menpar.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top